• Curhat Adenium 2007 Bab 3: Penyilangan

    3. PENYILANGAN
    menyilangkan adenium
    Farika wrote: Seru juga kalo ngebahas penyerbukan adenium nih. Bener kata pak Zai, teknik yg diberikan David
    Clulow lebih mudah dipahami, karena disertai dengan foto. Rasanya saya pernah meng-upload di "Files", berikut fotofotonya.
    Setelah sekian lama mencoba teknik pake kuas dan gagal terus, akhirnya saya coba teknik David Clulow ini. Dan
    ternyata ada yg berhasil.
    Seperti kasus pak Zai juga, tanduk yg semula tumbuh, setelah berukuran sekitar 4 cm ternyata berhenti tumbuh, keriput, dan
    akhirnya gugur. Alhamdulillah, ada 1 yg masih bertahan - sudah mencapai 7 cm. Itupun, hanya 1 sisi tanduk yg berkembang.
    Sisi yg satunya gugur juga.
    Dulu saya pernah mengalami kasus ini pula (saat itu penyerbukannya mungkin dibantu serangga) - hanya satu sisi tanduk
    buah yang berkembang.
    oh ya, saya pernah mencoba menyerbukkan adenium dari thailand, kalo gak salah eye of the storm dan purple picotee. Kok
    kumpulan serbuk sarinya tidak sebesar punya adenium lokal, ya? malah ada yg tidak tampak. Akhirnya serbuk sarinya saya
    ambil dari adenium lokal dan ternyata gagal juga. Kalau punya pak Tonny, serbuk sari nya diambil dari adenium yg mana?
    Coba besok saya buka yg morodoklo-nya... siapa tahu berhasil :)
    Thanks .Farika

    ;-----------
    Tonny herdianto wrote: Terima kasih pak argy , Saya juga sudah mencoba seperti pak zai tapi ya saya sedikit
    beruntung ada 2 yang berhasil dari " wow" dan "peter pan" . Tapi saya lupa nyilangnya sama apa ..
    Kalau yang pak argy sharing , sebaiknya bunga usia berapa hari setelah mekar yang baik untuk disilang dan jika kuasnya
    menggunakan air apa ndak busuk nantinya pak ?? Seperti pak zai , apa harus ditutupi plastik untuk mengurangi penguapan
    atau tidak perlu . Kalau saya kemarin saya letakkan dibawah tempat teduh.
    ;-------
    Argy wrote: Hallo Pak Tonny, Wow dan Peter Pan, wah itu sangat menarik!! Selamat Pak..
    Banyak hal yg menarik tentang penyilangan adenium ini. Kalau kita amati pangkal buah/pangkal bunga adenium (dan
    anggota famili Apocynaceae lainnya) ternyata sangat ringkih (fragile), tidak sekuat seperti pangkal buah mangga,
    rambutan, lengkeng atau jambu misalnya. Ini berarti dompolan adenium umumnya tidak 'didesain' untuk punya banyak
    buah seperti buah2an yg saya sebutkan tsb. Jadi dari sekian banyak bunga (biasanya sekitar 10-12 kuntum) yg dibuahi
    hingga menjadi buah masak normalnya paling banyak 2. Secara alamiah pun adenium walaupun bunganya sempurna
    (kelamin jantan dan betina ada dalam satu kuntum) sangat jarang yg self-pollinated (penyerbukan sendiri). Itu suatu hil yg
    mustahal...
    Mungkin karena struktur dan posisi putik dan serbuk sari sangat terlindung oleh bagian kerucut yg tertutup didalam. Lagi
    pula saya pernah amati, entah mengapa tawon ogah masuk kedalam, hanya mengitari bunga, tampaknya (mungkin) dia
    hanya tertarik dengan warna, setelah tau lebih dekat dia langsung ngaciir... Jadi memang kalau melihat tanduk2 itu
    bermunculan seperti melihat 'keajaiban'.
    Mengenai pertanyaan pak Tonny, sebaiknya bunga berumur 1-2 hari sejak kuncup belum mengembang. Waktunya pagi
    atau sore dimana matahari tidak terik. Kuas sedikit dibasahi (asal basah/lembab saja) setelah dicelup air diperas pakai jari
    tangan beberapa kali sampai airnya nggak menetes. Tujuannya agar pollen/ serbuk sari menempel, karena serbuk sari ini
    sangat halus seperti bedak bayi dan jumlahnya tidak banyak. kalau kuasnya kering, serbuk sari sukar menempel.
    Betul, bunga yg diserbuki sebaiknya ditaruh dibawah naungan (punya saya taruh diteras balkon rumah). Kalau yg punya
    greenhouse oke banget tuh. Tapi tidak perlu ditutup kantong plastik.
    Mahkota bunga saya potong semua, hingga menyisakan 1 cm dari pangkal bunga. Benang yg lima helai itu dibuang dengan
    cara dicabut. Jadi peyerbukannya lebih gampang dilakukan dan lebih
    meyakinkan daripada nggak dibuang sama sekali.
    Regards, Argy.
    PS: Daeng Anant disilang dengan Harry Potter atau Star Studed Sky, bakal seru kali ya..??! :-)
    ;---------
    Tonny herdianto wrote:Kalau tidak salah seingat saya , kemungkinan ' wow ' saya silang dengan ' harry potter '
    dan peter pan nya dengan red dusk atau daeng anant. Kebetulan koleksi saya yang paling banyak harry potter .
    Mungkin untuk teman teman yang tau serbuk sari dari jenis apa saja yang banyak dan bisa dipakai untuk menyilang . Setau
    saya kalau pink swazikum itu serbuk sarinya hampir terlihat ga ada serbuk sarinya . Kalau yang saya tau banyak serbuk
    sarinya ya white big ben , mo ro dok lo , red dusk , daeng anant , kerry variegated , Waterfall . Kalau yang bisa attach foto
    cara menyilang selain dari david C , boleh dong di input dan sharing ke kita .
    Untuk pak argy , itu benar pak , lebah lebah itu hanya berputar putar ..rasanya mau saya dorong saja ke dalam biar serbuk
    sarinya bisa nempel ke stigma '.. seperti lagu padhyangan .. Guemes akuu .. benci aku .. hahaha. Tonny
    ;-------
    From: Tonny herdianto
    Iya pak zai .. Si ibu bagi bagi lah sama kawan kawan di sini . Nanti kan kalau ada species baru kan bisa buat harum nama
    bangsa .ngomong ngomong boleh juga kita gathering bersama. Pak zai , itu yang di foto baby adenium usia berapa bulan ??
    adenium saya usia 1 bulan baru 6 daun . termasuk lambat atau normal ya pak ??
    Itu pengalaman pertama membibitkan adenium pak Tonny. ditanam 9 juni, saat gambar diambil umur kira-kira sebulan..
    jumlah daun rata-rata 6, ada yang lebih 8 ada yang masih 5. Sekarang udah 3 bulan lebih, tingginya bervariasi, dari yang
    3
    sudah sejengkal bonggol sebesar jempol tangan, tapi ada yang masih panjang dua jari (di gambar yg yellowish itu) bonggol
    pun kecil aja. Dulu ada dua temannya yang bule tapi udah mati duluan, gak bertahan karena kurang klorofil.
    Yang 22 bibit sengaja saya potong pucuknya biar bercabang, untuk experiment aja. Satu setengah bulan setelah dipotong pun
    udah nampak koq bonggol mereka lebih kecil. mungkin awal-awal bonggol kecil ya..gak apa-apa. Itu karena luas daun lebih
    kecil (masih setengah yang normal) dan pertumbuhan agak terganggu, saya pikir wajar aja. Mudah-mudahan bisa ngejar
    kawannya nanti. Pernah saya lihat nursery (di sg buloh) semua jual batang bawah dengan banyak cabang, cantik2 juga yang
    kalau udah jadi.
    ;------
    mohon info cara HP yg paling tokcer
    Mbak Sari,
    Katanya sih mudah mbak.. prinsipnya berupaya memper temukan sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina.. tinggal
    mindahin (nempelin) serbuk sari ke kepala putik kita dah membantu prosesnya. Kita tinggal menunggu bertemunya sel
    kelamin jantan dan betina membentuk bakal buah.
    Caranya, ada file2 penyerbukan tersedia lengkap dengan gambar bisa dijadikan panduan..
    Syaratnya :
    - sebelum ngawinin bunga sebaiknya penghulunya menikah dulu paling tidak dah faham teorinya.. :D
    - punya dua bunga untuk dikawinin.. kalau mau nyoba sekalian aja pada bunga yang bagus biar kalau berhasil diharapkan
    bunganya bakal bagus juga.. kan rugi nunggu setahun ternyata silangan pertama ga bagus bunganya.
    - pilih 2 bunga sekitar 2 hari mekar sebagai sumber serbuk sari (yang serbuk sari nya masih berwarna kekuningan bukan
    abu2 atau masih putih).
    - oleskan ke kepala putik dan sekitarnya.. bikin aja berselemak biar semua receptiv area kena serbuk sari
    selamat kawin-kawinan
    sari nande
    ;-------------
    Treatment Tanduk
    Rekans,
    Mohon kerelaan temans untuk membagi infonya, sy sedang punya buah alias tanduk adenium yang msh nempel di
    pohonnya, bgmn treatmentnya agar tanduk tsb "selamat" sampai saat bisa dipanen dan siap disemai, masalahnya di musim
    hujan ini lingkungan kurang bersahabat dgn adenium, ancaman yang saya khawatirkan sebelum sempet dipanen adalah :
    1. Digerogoti serangga
    2. Busuk di pohon
    3. Ancaman lainnya
    Maturnuwun,
    Rochmad
    ---
    Pengalaman saya dengan tanduk adenium sbb:
    1. Jika pohon adenium masih muda atau baru punya satu batang kita paksa untuk bertanduk (kawin paksa), maka resiko
    gagal sangat tinggi. Busuk tanduknya atau malah adeniumnya stres dan busuk tidak bisa diselamatkan, jika pohon sudah
    banyak cabang relatif lebih tahan/kuat.
    2. Jumlah tanduk dalam satu pohon harus diperhatikan, adenium memelukan extra energi untuk dapat menghasilkan tanduk
    yang sehat. (Jangan keasyikan, semua bunga jadi tanduk, bisa2 adenium kita kurus kering dan mati).
    3. Hama yang penah saya alami adalah ULAT, memakan tanduk yang masih muda. Sayang saya tidak meperhatikan ulat tsb,
    atau memfotonya, keburu kesel langsung saya bunuh ...
    4
    4. Biji adenium tumbuh masih dalam buah/polong adenium. Biasanya buah adenium yang hampir masak dilihat dari bentuk
    dan warna saya ikat/bungkus dengan jaring halus bekas jaring bawang putih, atau buah2 lain yang ada di supermarket.
    Tapi karena tidak terkontrol karena buahnya kelihatnya masih kecil, ternyata sudah merekah kemudian tersiram air hujan
    beberapa kali, biji adenium tumbuh (berkecambah) di dalam polong adenium. Jadinya saya harus segera menanam biji2
    tersebut, tanpa ada persiapan.
    (--- kesimpulan kasus 4, biji adenium bisa disemai di mana saja asal ada air, tapi setelah berkecambah medianya baru kita
    perhatikan ---)
    5. Mengenai busuk tanduk salah satunya adalah disebabkan karena pohon adenium kawin muda atau kekurangan
    energi/bahan bakar. Mungkin teman2 bisa menambahkan. trim's .bambag yb
    ;-------
    rochmad@bsu.co.id wrote : Mas Dodi, Busuk tanduk salah satu penyebabnya adalah serangan hama atau serangga, saya juga
    pernah mengalami, tanduk yang semula berjumlah 8 dalam satu pohon bisa selamat cuman 2 tanduk, lainnya busuk
    dan kopong.
    Saya dulu pernah bertanya di milis ini tentang treatment tanduk supaya selamat sampai panen, berikut cuplikan jawaban
    dari sharing rekan-rekan :
    • Dari Bang Zai :
    o kalau bisa ditempatkan di naungan.. kalau ga..dimusim hujan disemprot fungisida secara teratur.
    o semprot juga insektisida jikamelihat banyak kepik penggerek buah
    o beri jaring jika dah mau matang (pecah)
    • Dari Pak Merta Nadi :.
    o busuk di pohon biasanya karena terlalu sering kena air (hujan), hindarkan dari hujan
    o ancaman lainnya yang saya alami:
    �� tanduk digigit tikus (rare case, but it happen),
    �� kecerobohan kita sendiri tanpa sengaja hingga mengakibatkan tanduk luka, sekecil apapun luka
    pada tanduk tetap berpotensi busuk.
    • Dari Mas Tonny Adesijo :
    o Selama pohon dalam kondisi prima dan sehat , seedpods " biasanya " si seedpods akan aman dalam kondisi
    apapun .
    Tips dan trick pemeliharaan seedpods yang biasa saya lakukan adalah dengan pemupukan yang teratur , baik organik
    maupun kimia sama saja . Saya juga pernah iseng mencoba repotting ketika seedpods berusia muda dan tanaman dalam
    kondisi Prima , No problem . Karena saya suka mencoba yang terdengar tidak boleh dilakukan , pastinya akan saya coba
    untuk pembuktian .Kecuali untuk digerogoti serangga .. itu lain ceritanya , si serangganya saja yang bandel . Ada juga yang
    mengalami busuk yang dimulai dari ujung seedpods. Biasanya terjadi karena Humid yang terlalu kering atau terlalu lembab ,
    namun setelah saya amati ternyata hal ini menyerang tanaman yang kurang sehat ataupun kurang perawatan seperti jarang
    dipupuk , media terlalu lama tidak diganti ( idealnya 6 bln - 8 bln sekali ) . Tanaman yang terserang saya diamkan , namun
    intensitas pemupukan saya tingkatkan . Salah satu hopeng saya di negeri gajah putih memberikan tips agar pemupukan
    hanya dilakukan ke media saja , jadi hindari ke seedspods karena dikhawatirkan konsentrat yang 'mungkin' saja berlebihan
    dapat meluluh lantahkan anda u/ melihat dan memanen seedpods anda. Jaga adenium anda sesehat mungkin agar dalam
    kondisi apapun si seedpods tahan banting
    • Dari Mas YB Bambang Marianto :
    o Jika pohon adenium masih muda atau baru punya satu batang kita paksa untuk bertanduk (kawin paksa), maka resiko
    gagal sangat tinggi. Busuk tanduknya atau malah adeniumnya stres dan busuk tidak bisa diselamatkan, jika pohon
    sudah banyak cabang relatif lebih tahan/kuat.
    o Jumlah tanduk dalam satu pohon harus diperhatikan, adenium memelukan extra energi untuk dapat menghasilkan
    tanduk yang sehat.(Jangan keasyikan, semua bunga jadi tanduk, bisa2 adenium kita kurus kering dan mati).
    o Hama yang penah saya alami adalah ULAT, memakan tanduk yang masih muda. Sayang saya tidak meperhatikan
    ulat tsb, atau memfotonya, keburu kesel langsung saya bunuh ...
    o Biji adenium tumbuh masih dalam buah/polong adenium. Biasanya buah adenium yang hampir masak dilihat dari
    bentuk dan warna saya ikat/bungkus dengan jaring halus bekas jaring bawang putih, atau buah2 lain yang ada di
    supermarket. Tapi karena tidak terkontrol karena buahnya kelihatnya masih kecil, ternyata sudah merekah kemudian
    tersiram air hujan beberapa kali, biji adenium tumbuh (berkecambah) di dalam polong adenium. Jadinya saya harus
    segera menanam biji2 tersebut, tanpa ada persiapan.(--- kesimpulan , biji adenium bisa disemai di mana saja asal ada
    air, tapi setelah berkecambah medianya baru kita perhatikan ---)
    o Mengenai busuk tanduk salah satunya adalah disebabkan karena pohon adenium kawin muda atau kekurangan
    energi/bahan bakar.
    • Dari Mbak Shinta :
    o hati-hati juga dengan hama putih-putih (kalo ga salah namanya mealy bug,ya?). Saya pernah punya pengalaman,
    mealy bug menempel di tanduk yangpanjangnya sudah kira2 10 cm. Tanduk jadi bengkok.. setelah diperiksa, si mealy
    5
    nempel di bagian bawah dan sudah bikin lubang.. dalamnya jadi kecoklatan dan busuk. entah sudah berapa lama si
    mealy tinggal di situ..
    Kalau saran saya, jangan lupa mengabari rekan-rekan yang lain kalo saat panen, barangkali bisa membantu menyemai di
    lahan masigng2...he..he..he.. Semoga membantu .. rgds RMD
    ;-----------
    althari_td@yahoo.com wrote : Mas Dodi, Dulu saya juga sering bingung dengan busuk tanduk. Ternyata di tempat saya si
    pembawa ulah adalah “lalat buah”. Dia paling senang dengan buah muda, nggak tahu kenapa mungkin “nyidham” kalee ….
    Tapi yang tua pun juga mau.
    Mungkin bisa dicoba pasang perangkap untuk lalat tersebut. Siapa tahu problemnya sama dengan yang di Mino . …. Dengan
    uang sekitar 20 rb, kita dapat mengamankan daerah seluas 4000 m2 lebih, dari serbuan lalat buah. Murah meriah ….
    Kalau belum berhasil pula barangkali ada penyebab lain busuk buah tersebut, seperti :
    1. Serangan jamur, biasa terjadi di musim hujan. Atasi dengan fungisida
    2. Malnutrisi, fruit set menyebabkan kompetisi pasokan karbohidrat dengan organ lain tanaman. Sebenarnya kalau
    pupuk dan air kecukupan, busuk buah jarang terjadi.
    3. Genetis, bisa jadi itu merupakan bentuk “incompabillity” atau masalah hormonal. Misal silangan arabicum dengan
    yang lain vice versa, pod pecah sebelum waktunya dan mengundang datangnya jamur. Beberapa kasus dapat
    diatasi dengan penyemprotan hormon giberelin
    Terimakasih atas Video HP-nya
    pak dodi,saya nambahin dikit dari pengalaman aja, mungkin teman2 yang lebih senior dan pengalaman bisa lebih
    menjelaskan nantinya. biasanya kalo 2-3 hari serbuknya masih agak kuning dan lbh lengket, tapi kalo udah kelamaan
    serbuknya agak kering berwarna coklat ke abu2an. Yang kuning lebih banyak berhasilnya asal kepala putik gak babak belur
    waktu aplikasinya . Mudah2an bisa bantu cuma segitu yang saya baru pelajari.Terima kasih
    ;----------
    mas fendi, mungkin ada beberapa yang ingin saya tanyakan.- umur bunga yang akan di HP sebaiknya yang telah mekar
    berapa hari ? apakah hitungannya dimulai dari mekar sempurna ?- keberhasilannya, lebih banyak menggunakan alat bantu
    kuas atau obeng minus kecil ?
    ;--
    Kalau boleh pemula mau ikutan nimbrung. Berdasarkan pengalaman HP yang saya lakukan (yang ilmunya dari Mas Fendi
    dan Mas Tonny 11 Nov '06) dapat saya sampaikan sbb:
    1. HP dengan kuas (cara Mas Tony) distribusi serbuk sari lebih luas dan merata, sehingga kemungkinanan ber-hasil lebih
    tinggi (logikanya gitu lho), tapi tingkat kesulitannya tinggi dan membersihkan kuasnya lebih berat (agar serbuk sari
    tidak tercampur). Samapai saat ini saya belum mempraktekan, (sulit.........).
    2. HP dengan yang diajarkan Mas Fendi dengan "obeng minus kecil " bisa juga tusuk gigi ujungnya dibuat seperti obeng
    minus, pakai cutter (saya pernah mencoba). sekarang saya pakai Stainless Steel (yang dipakai merajut ibu ibu (ujung saya
    gerinda menyerupai obeng minus) dan saya pakai sampai sekarang dan sudah lebih dari 13 HP yang berhasil. Tanks Mas
    Fendi dan Mas Tony. Jadi menurut saya alat yang digunakan untuk HP disesuaikan mana yang lebih mudah buat kita,
    prinsipnya bagaimana kita mendistribusi serbuk sari dengan benar dan tidak merusak bunga, hasilnya saya kira tidak akan
    beda jauh.Bunga yang saya sebukin ada yang berumur 2.
    Bakal seed pod rontok
    L GG wrote: Ton, "bakal" seedpod nya kok rontok yah? kl
    diintip pake kaca pembesar warnanya udah merah. apa musti disiram dua kali
    sehari? media mustinya udah lebih dr cukup moist kl disiram cuma sekali sehari. g
    dah siram pake air beras lo. akhirnya 3 bunga terakhir g korbanin buat hand
    pollinate lagi. ga tau jadi ga lho. thanks yah sarannya.Lenny
    --------------------------------
    Len , Yang biasa terjadi nih yeeee... Pada saat Bakal seedpods muncul , biasanya
    beberapa teman melakukan pemupukan pada " tanamannya " , Bukan di medianya .
    Harapannya tumbuh besar dgn seedpods yang sehat , ini justru salah. Kalau bakal
    seedpods sudah muncul , pemupukannya diberi pupuk balance di MEDIA dgn 20-
    20-20 atau 16-16-16. Ilmu ini aku dapat dari teman di vietnam. Jadi untuk pohonnya
    , jangan terlalu sering terkena pupuk atau air . Medianya disiram seperti biasa saja, juga tidak berlebihan . Untuk jenis
    arabicum , memang rentan untuk rontok . Aku pernah discuss sama thari soal hal ini , Jawabannya belum ada .
    6
    Taruh di tempat yang mataharinya cukup dehhh .. Aku pernah experimen seedpods diletakkan di tempat teduh dan tidak ,
    yang di tempat teduh sangat rentan rontok dan seedpods banyak yang gagal .. mana arabicum lagi .. duuhhh melayang deh
    . Kalau sudah jadi , Biasanya bunga bunga lain aku potong , karena untuk bunga yang mekar membutuhkan nutrisi yang
    besar , jadi sayang kalau dilarikan ke bunga , lebih baik ke seedpods. Ilmunya juga hasil kerjasama antara indonesia - vietnam
    . hehehee.. hasilnya beberapa biji hand pollinate sampai di vietnam , dan beberapa tanaman yang ga ada di indo masuk ke
    cempaka putih .. lumayaaaannn.
    ;----------
    Mas Rochmad ,
    Selama pohon dalam kondisi prima dan sehat , seedpods " biasanya " si seedpods akan aman dalam kondisi apapun .
    Tips dan trick pemeliharaan seedpods yang biasa saya lakuka adalah dengan pemupukan yang teratur , baik organik
    maupun kimia sama saja . Saya juga pernah iseng mencoba repotting ketika seedpods berusia muda dan tanaman dalam
    kondisi Prima , No problem . Karena saya suka mencoba yang terdengar tidak boleh dilakukan , pastinya akan saya coba
    untuk pembuktian .
    Kecuali untuk digerogoti serangga .. itu lain ceritanya , si serangganya saja yang bandel .
    Ada juga yang mengalami busuk yang dimulai dari ujung seedpods. Biasanya terjadi karena Humid yang terlalu kering atau
    terlalu lembab , namun setelah saya amati ternyata hal ini menyerang tanaman yang kurang sehat ataupun kurang
    perawatan seperti jarang dipupuk , media terlalu lama tidak diganti ( idealnya 6 bln - 8 bln sekali ) . Tanaman yang terserang
    saya diamkan , namun intensitas pemupukan saya tingkatkan . Salah satu hopeng saya di negeri gajah putih memberikan tips
    agar pemupukan hanya dilakukan ke media saja , jadi hindari ke seedspods karena dikhawatirkan konsentrat yang 'mungkin'
    saja berlebihan dapat meluluh lantahkan anda u/ melihat dan memanen seedpods anda.
    Jaga adenium anda sesehat mungkin agar dalam kondisi apapun si seedpods tahan banting ..Sehat pangkal bahagia .. kecuali
    itu seedpods disambar petir ya...
    Image adalah salah satu contoh Hand pollinate pada adenium dgn kondisi prima . Kok agak kecil ya seedpod-nya ?? jelas ..
    karena ini dari keluarga Crispum. Tapi nanti seedsnya .. sehat wal alfiat .. Insya Allah .. ( ada anggapan 1 batang harus 1
    seedpods, masa seeeeh )
    Selamat mencoba . Tonny.
    Bakal buah Swazicum Mas Arman Gado
    wrote: Saya mau tanya proses pembentukan buah untuk jenis Pink Swazicum ,Varigated Pink
    Swazicum , White Swazicum maupun Crimpson Star, karena hasil HP saya menunjukkan bakal buahnya , tapi pertumbuhannya
    lamaa sekali. Seperti contoh pada gambar yang saya sertakan ini HP pada swazicum dilakukan sejak 26 November
    2006 pertumbuhannya masih sama seperti pada gambar (diambil tanggal 25 Feb '07) sudah tiga bulan. Sedangkan untuk
    Endless Sunset HP dilakukan sejak tanggal 18 November 2006 tapi pertumbuhannya jelas, meski-pun buahnya tidak terlalu
    besar. Apakah memang dari jenis Swazicum berbeda ? Apa memang bakal buahnya swaziucun saya gagal? kalau memang
    gagal apa perlu saya amputasi saja (karena pohon tidak berbunga lagi).
    ;------
    wrote: Wah seed pod swazicum sampai ke mancanegara pula tuch...
    Boleh saya jawab dengan versi yang di Mino Yogya ya mas ? Swazicum dan turunannya (seperti yang mas Arman sebutkan)
    rata-rata umur pod sekitar lima bulan keatas. Kualitas benih yang dihasilkan juga kurang baik, banyak yang kosong, kulit
    tipis mudah terkelupas. Serupa dengan adenium Boehmianum, sulit sekali set buahnya. Mengenai Crimpson Star matang
    setelah umur 6 - 7 bulan. Kualitas benih seperti saya sebut di muka, jumlah benih di bawah 60, panjang benih hampir 3 x
    benih obesum biasa.Satu perlakuan yang penting dilakukan pada HP jenis swazicum (sebagai induk betina) adalah membuka
    ex sepal bunga yang menutupi calon buah. Ini rahasia lho mas … belum banyak yang tahu. Dulu saya tidak dipercaya,
    bahkan untuk crimpson star pun sampai sekarang masih dianggap mengada-ada…… he he he.
    Satu sampai dua bulan setelah HP pada swazicum, terlihat seperti tidak berhasil, namun tangkai bunga tetap tidak mau
    gugur. Yang sering terjadi sepal terlihat menguncup menutupi calon buah berwarna kehitaman didalamnya. Nah penutupan
    sepal ini harus dibuka (dibelek = Bhs. Jawa) agar calon buah yang “mendleb” (apa ya bahasa Indonesianya ? - seperti
    tertanam ?) dapat terlihat.
    Perlakuan pembukaan sepal akan mempercepat proses pembesaran buah swazicum. Dibuka bukan berarti dipotong lho !
    Ada rekan yang mempraktekan pemberian hormon (dioleskan pada tangkai buah). Katanya sih berhasil meningkatkan
    ukuran buah. Dengan catatan, teman ini ternyata jualan hormon tersebut di tokonya… hiks… Saya sendiri belum mencoba
    perlakuan hormon ini.
    Terlampir gambar crismpson star x black ruby tgl 11 Agustus 2006, matang 1 Februari 2007 yang lalu. Untuk gambar seed pod pink
    moonlight dan blue hawaii tak coba cariin dulu, mudah-mudahan belum terhapus.
    Semoga membantu. Tharie Wie Omahijo.com
    ;-----------
    Tambahin dari Stone well ya .. Untuk jenis turunan Crispum juga sepal akan menguncup hingga sekitar kurang lebih satu
    bulan dan baru kemudian akan membentuk bakal buah pada bulan bulan berikutnya .
    Seedpodsnya terlihat lebih kecil dibanding jenis obesum maupun arabikum " namun " dgn perawatan yang baik , hasil
    panen akan memuaskan . Regards – Tonny
    ;------
    7
    Awas Busuk buah
    1. Biasanya seedpods yang seperti itu kekurangan unsur Zn. Caranya dilakukan pemupukan dgn pupuk yang memiliki
    kandungan Zn cukup. Bisa dilihat di ingredient setiap kemasan pupuk organik maupun kimia.
    2. Bisa juga karena kurangnya kandungan karbohidrat ( Bisa didapat dari air cucian beras / tepung ro*$ Br$*# dan kalsium
    yang berfungsi sebagai pemecah sel yang membawa unsur hara dari akar menuju ke seluruh jaringan tanaman secara merata
    .
    3. Penyebab lain .. Ini menurut sohib dr negeri seberang ( salah satu gurunya mas andri / godongmulyo yang akan datang sowan ke
    rumahku thn depan ) , katanya sih ada sejenis insect yang suka menetaskan keturunannya di dalam seeds pods ( mereka bilang
    black flies ) .
    4. Satu lagi adalah perubahan cuaca , ini biasa dialami para hybrider dan hand pollinator.
    ^o^ Bisa diselamatkan ( aku dah pernah coba ) , dgn memotong bagian hitam di ujung tanduk hingga bersih dan hilang
    hitamnya ( sama seperti perlakuan busuk akar ) . jelas harus mengorbankan biji yang sedang digodok di dalam sebagian , namun
    bisa menyelamatkan sisa biji yang masih sehat . Bekas luka aku tutup pakai wrapping plastik.
    Hal ini lebih sering terjadi pada tanaman yang jarang ganti media .
    Regards Tonny - lagi menikmati indahnya R?&* S*%$t^!*?# *
    Tentang Pollen
    "Farika" wrote: Mas Argy, kalo saya baca tulisan di internet ttg bunga adenium & penyerbukannya. katanya
    nggak mungkin pake sedotan... soalnya nggak mungkin terjadi penyerbukan dalam 1 bunga. Mungkin buah adenium saya
    kemarin tuh dibantu serangga, kali, ya... Bunga2 yg lain ada yg berbuah, tapi terus tidak berkembang dan gugur. Ada yg
    keluar cuma 1, yg sebelah tidak muncul sama sekali. Sekarang saya coba penyerbukan antar bunga. Semoga yg ini berhasil :)
    Farika
    argy wrote : Farika dan para adeniumania, Berdasarkan keterangan para pakar, bunga adenium adalah bunga yang komplit.
    Dalam satu kuntum terdapat alat kelamin jantan dan betina. Saya akan segera pajang penampang bunga kedalam File
    Penyerbukan. Yang jadi masalah alat kelamin jantan (serbuk sari atau pollen) sering kali tidak tumbuh dengan baik dan
    bahkan untuk beberapa jenis adenium tidak mempunyai serbuk sari sama sekali alias mandul. Jadi harus dicarikan ke bunga
    yang lain. Menurut saya mungkin saja dengan sedotan bisa, tapi probabilitanya sangat kecil. Lagipula serbuk sari ini
    terlindungi perisai yang berbentuk corong kebalik. Corong ini harus dibuka dengan cara benang2 yg berjumlah 5 itu dicabut,
    dan corongnya diremas2 sedikit. Yang penting dalam penyerbukan adalah bagaimana si serbuksari ini bisa menempel ke
    kepala putik (stigma) pada waktu yang tepat (dimana si serbuk sari dan si stigma dalam keadaan sehat, akil balig dan siap
    kawin). :-) Terus mengenai serangga yg melakukan penyerbukan tidak bisa dilihat disiang hari, karena dia tergolong
    'Penerbang Malam'. Serangga tersebut berupa sejenis ngengat. Masalahnya jenis serangga ini tidak selalu ada di halaman kita
    lagi pula bunga adenium tidak mempunyai wangi dan cairan madu yang dapat menarik serangga untuk datang.Saya juga
    masih mempelajari dan berlatih penyerbukan, masalahnya waktu, sumber daya dan faktor 'luck' kadang tidak mudah
    didapat. Bener-bener deh penyerbukan ini memang dibilang tidak mudah, tapi bisa dilakukan! Salam. Argy
    ;---------
    menyilangkan adenium
    wrote:Terima kasih pak argy , Saya juga sudah mencoba seperti pak zai tapi ya saya sedikit beruntung ada 2
    yang berhasil dari " wow " dan " peter pan " . Tapi saya lupa nyilangnya sama apa ..Kalau yang pak argy sharing , sebaiknya
    bunga usia berapa hari setelah mekar yang baik untuk disilang dan jika kuasnya menggunakan air apa ndak busuk nantinya
    pak ?? Seperti pak zai , apa harus ditutupi plastik untuk mengurangi penguapan atau tidak perlu . Kalau saya kemarin saya
    letakkan dibawah tempat teduh .Dan apakah pak argy memotong semua mahkota bunganya ?? Memang setelah melihat
    tanduk tanduk itu bermunculan .aduhh senang-nya minta ampun . Sampai sampai bisa jongkok seharian melihat tanduk
    tanduk itu . terima kasih .Tonny
    Argy wrote: Wow dan Peter Pan, wah itu sangat menarik!! Selamat Pak..Banyak hal yg menarik tentang
    penyilangan adenium ini. Kalau kita amati pangkal buah/pangkal bunga adenium (dan anggota famili Apocynaceae lainnya)
    ternyata sangat ringkih (fragile), tidak sekuat seperti pangkal buah mangga, rambutan, lengkeng atau jambu misalnya. Ini
    berarti dompolan adenium umumnya tidak 'didesain' untuk punya banyak buah seperti buah2an yg saya sebutkan tsb. Jadi
    dari sekian banyak bunga (biasanya sekitar 10-12 kuntum) yg dibuahi hingga menjadi buah masak normalnya paling banyak
    8
    2. Secara alamiah pun adenium walaupun bunganya sempurna (kelamin jantan dan betina ada dalam satu kuntum) sangat
    jarang yg self-pollinated (penyerbukan sendiri). Itu suatu hil yg mustahal... Mungkin karena struktur dan posisi putik dan
    serbuk sari sangat terlindung oleh bagian kerucut yg tertutup didalam. Lagi pula saya pernah amati, entah mengapa tawon
    ogah masuk kedalam, hanya mengitari bunga, tampaknya (mungkin) dia hanya tertarik dengan warna, setelah tau lebih
    dekat dia langsung ngaciir... Jadi memang kalau melihat tanduk2 itu bermunculan seperti melihat'keajaiban'.
    Mengenai pertanyaan pak Tonny, sebaiknya bunga berumur 1-2 hari sejak kuncup belum mengembang. Waktunya pagi atau
    sore dimana matahari tidak terik.Kuas sedikit dibasahi (asal basah/lembab saja) setelah dicelup air diperas pakai jari tangan
    beberapa kali sampai airnya nggak menetes. Tujuannya agar pollen/serbuk sari menempel, karena serbuk sari ini sangat
    halus seperti bedak bayi dan jumlahnya tidak banyak. kalau kuasnya kering, serbuk sari sukar menempel.
    Betul, bunga yg diserbuki sebaiknya ditaruh dibawah naungan (punya saya taruh diteras balkon rumah). Kalau yg punya
    greenhouse oke banget tuh. Tapi tidak perlu ditutup kantong plastik. Mahkota bunga saya potong semua, hingga
    menyisakan 1 cm dari pangkal bunga. Benang yg lima helai itu dibuang dengan cara dicabut. Jadi peyerbukannya lebih
    gampang dilakukan dan lebih meyakinkan daripada nggak dibuang sama sekali. Regards, Argy.
    Farika wrote:Seru juga kalo ngebahas penyerbukan adenium nih.Bener kata pak Zai, teknik yg diberikan David
    Clulow lebih mudah dipahami,karena disertai dengan foto. Rasanya saya pernah meng-upload di "Files", berikut fotofotonya.
    Setelah sekian lama mencoba teknik pake kuas dan gagal terus, akhirnya saya coba teknik David Clulow ini. Dan ternyata
    ada yg berhasil. Seperti kasus pak Zai juga, tanduk yg semula tumbuh, setelah berukuran sekitar 4 cm ternyata berhenti
    tumbuh, keriput, dan akhirnya gugur. Alhamdulillah, ada 1 yg masih bertahan - sudah mencapai 7 cm. Itupun, hanya 1 sisi
    tanduk yg berkembang. Sisi yg satunya gugur juga.Dulu saya pernah mengalami kasus ini pula (saat itu penyerbukannya
    mungkin dibantu serangga) - hanya satu sisi tanduk buah yang berkembang. Oh ya, saya pernah mencoba menyerbukkan
    adenium dari thailand, kalo gak salah eye of the storm dan purple picotee. Kok kumpulan serbuk sarinya tidak sebesar punya
    adenium lokal, ya? malah ada yg tidak tampak. Akhirnya serbuk sarinya saya ambil dari adenium lokal dan ternyata gagal
    juga. Kalau punya pak Tonny, serbuk sari nya diambil dari adenium yg mana? Thanks. Farika.
    ;-----------
    Kalau tidak salah seingat saya , kemungkinan ' wow ' saya silang dengan ' harry potter ' dan peter pan nya dengan red dusk
    atau daeng anant. Kebetulan koleksisaya yang paling banyak harry potter . Mungkin untuk teman teman yang tau serbuk sari
    dari jenis apa saja yang banyak dan bisa dipakai untuk menyilang . Setau saya kalau pink swazikum itu serbuk sarinya
    hampir terlihat ga ada serbuk sarinya . Kalau yang saya tau banyak serbuk sarinya ya white big ben , mo ro dok lo , red dusk ,
    daeng anant , kerry variegated , Waterfall.Kalau yang bisa attach foto cara menyilang selain dari david C , boleh dong di input
    dan sharing ke kita . Tonny;
    --
    Seputar Pollinations
    bapak/Ibu pecinta adenium yang terhormat, mohon pencerahannya.
    begini... saya kemarin main ke rumah kakak saya di lampung, dia tinggal
    deket laut. kakakku punya kira2 10 koleksi adenium umur antara 1-3 th,
    ada juga beberapa yang masih bayi. dia tinggal deket laut kawasan pesisir
    lampung utara. dari keseluruhan koleksinya yang berumur 1-3 th itu
    semuanya berbuah, bahkan ada yang satu pohonnya berbuah sampai 10
    buah. anehnya dia nggak pernah melakukan hand pollination sama sekali,
    semua terjadi secara alami. semua adeniumnya tidak pernah berhenti
    berbuah sepanjang tahun. saya jadi bingung kenapa adenium kakak saya
    itu berbuah dengan gampangnya. sehingga saya putuskan akan
    memboyong semua koleksi arabicum saya ke sana agar bisa berbuah
    seperti yang lain. pertanyaan saya:
    1. Apakah faktor cuaca yang masih bersih, tidak banyak polusi seperti
    halnya jabodetabek mempengaruhi faktor pembuahan?
    2.Apakah faktor geografis seperti pantai memiliki andil dalam pebuahan? sekedar informasi, di daerah di mana kakak saya
    tinggal, udara sangat terik, selalu berangin dan kelembaban yang sangat rendah/udaranya terasa kering. untuk serangga
    di daerah kakak saya tinggal tidak terlalu banyak jumlahnya, sama dengan di daerah saya tinggal, di tangerang. sekedar
    9
    perbandingan, adenium dengan umur yang sama, di daerah kakak saya perkembangannya dua kali lebih cepat di banding
    adenium saya, di mana treatment-nya sudah saya lakukan sesuai dengan referensi2 peradeniuman.
    3. Apakah ada kemungkinan, kalau arabicum saya di bawa ke sana akan menghasilkan buah seperti halnya obesum2 tsb?
    O ya,saat ini, saya mendapat pasokan biji (obesum) secara rutin dari kakak saya karena dia sudah surplus biji, kemarin saja
    saya mendapat bagian 500 biji sisa dari biji yang dia kasih ke saudara2 yang lain. demikian Bapak/Ibu mudah2an ada
    tanggapan. Salam bonggol Merta
    Bung Merta kenapa enggak belajar hand polinate ke rumah Bung Fendi (masih ingatkan jalannya), saya ikutan juga lho
    soalnya udah capek juga praktekin dirumah enggak juga berhasil, semoga dengan melihat langsung jadi mengerti
    kesalahannya selama ini. Salam, A. Hafidz
    Memang saya sudah pengen sekali untuk main lagi ke guru fendi, akan tetapi saya sulit sekali mengatur waktu setiap kali
    ada acara training penyerbukan, mudah2an suatu saat nanti saya bisa ikutan dan ketemu dengan para guru yang lain, tapi
    kasus kakak saya masih membuat saya penasaran pak. Merta
    Boss Tony klo pembuahan alam yang dibantu angin dan air saya setuju, klo yang dibantu serangga kayaknya susah
    karena benang sari dan putiknya sangat terlindungi dengn kokoh, adeniumku yang aku taruh di dak atas ada yang berbiji, di
    dak atas anginnya kencang, masuk akal tuh penyerbukan dibantu angin, ilmu hand pollinate yang kudapat dari boos Tony
    prakteknya ada yang jadi cuma banyak yang gagal he he mungkin belum pas pemilihan buganya kali, mana bunga yang siap
    di kawinkan dan mana yang belum, graftingnya jadi cuma satu, he he he, yang daunnya berbulu lembut tuh apa ya
    namannya, biji udah disemai tumbuh beberapa, aku kasih G...M... seminggu sekali bagus gak ya boss. saya turut bersyukur
    atas kesembuhannya, semoga kedepan sehat selalu jadi adenium mania akan semakin pintar dengan petuah-petuahnya he he
    he he, terimakasih boss ilmunya, tapi masih perlu banyak belajar lagi neh jadi mau juga tuh CD praktek Hand Pollinationnya.
    WRM-Warum
    Mas Merta & Rekan-rekan, Meski belum pernah lihat sendiri kebun adenium di Lampung, namun banyak sahabat saya di
    sana bercerita tentang adenium lampung. Dari cerita tersebut dapat ditarik kesimpulan, kemudahan berbuah beberapa strain
    obesum di Lampung terjadi karena proses seleksi yang mungkin tidak disadari. Awalnya hanya beberapa pohon saja yang
    dapat berbuah alami. Yang lain berbuah dengan metode “ucek-ucek”. Siang hari saat matahri terik, bunga diucek-ucek.
    Pohon yang gampang berbuah (hibrid A) cikal bakalnya berasal dari pohon impor yang mereka beli dari Medan. Anakan
    hibrid A ini ternyata beberapa diantaranya juga mudah berbuah. Bersama induk dan anakan hibrid A (yang gampang
    berbuah) mereka sendirikan (seleksi rumpun) untuk dijadikan master. Proses ini dulang-ulang hingga mungkin dapat
    dikatakan telah terjadi “strain” baru obesum yang mudah berbuah secara alami (kita sebut strain A). Hebatnya lagi turunan
    strain A bersifat vigor, bonggol cepat besar, cocok untuk batang bawah.
    1. Terjadinya buah secara alami ditentukan oleh genetik dan lingkungan yang mendukung ekspresi gen tersebut. Polusi
    mungkin sedikit saja pengaruhnya terhadap terjadinya buah. Belum ada orang yang tahu pasti siapa pembawa “ulah” hingga
    terjadi pembuahan alami adenium. Ada dugaan angin, air, kutu, kumbang, burung pengisap madu dll yang bertanggung
    jawab. Waspadalah …… he he he.
    Meski polen dan stigma bertemu (syarat utama polinasi), terjadinya set buah ditentukan oleh derajat “compabilitas” (genetik)
    dan nutrisi (lingkungan). Yang saya kuatirkan, bila tidak ada “intruduksi” material baru, pengaruh “depresi silang dalam”
    cepat atau lambat akan mempengaruhi kualitas adenium di sana.
    2. Jelas geografi mempunyai hubungan yang kuat dengan set buah. Dalam kasus lampung di luar si “pembawa ulah”,
    geografi sangat menentukan nutrisi. Cuaca panas, kering akan meningkatkan laju transpirasi dan otomatis laju fotosintesa.
    Kunci pertumbuhan adenium dan tanaman lain adalah air dan Nitrogen. Sel dapat membesar karena berisi air (lebih dari 80%
    komponen tanaman adalah air). Kata orang pintar untuk menghasilkan 1 kg berat tanaman dibutuhkan 225 kg air yang lewat
    dalam tubuh tanaman. Lain kali kita bahas bersama deh masalah percepatan pertumbuhan ini …….
    3. Ada kemungkinan si arabicum muncul set buah setelah dibawa ke Lampung, bila dan hanya bila ketidakmampuan
    arabicum tersebut karena ketiadaan “pembawa ulah” di rumah mas Mertanadi atau kurang nutrisi. Namun bila terjadi
    karena masalah genetik (seperti umumnya arabicum) ya sami mawon. Akan lebih baik ikut kursus bung Fendi dan dik Tony
    dulu sebelum dibawa ke Lampung. Dasar pemikiran saya adalah Lampung sampai saat ini pun belum terdengar ada
    penghasil biji arabicum, hal ini mungkin terkait dengan masalah genetik arabicum.
    Saran saya, bila ingin menghasilkan biji arabicum belilah indukan arabicum yang non species, tapi yang hibrid saja. Speci
    arabicum secara genetik sulit berbuah, beda dengan strain arabicum hasil hibrid, lebih gampang berbuah. Saya sudah
    10
    membuktikan. Benih/biji arabicum sampai saat ini masih dimonopoli Thailand. Mereka mungkin sudah dapat menemukan
    “strain A” tersebut. Dik Tony pasti senyum-senyum ……. He he he he. Laris …. Laris ….. Alhamdulillah …….Tharie Wie
    http://www.omahijo.com/
    Dear Mbak Thari
    salam kenal weleh... weleh... weleh... ini orangnya koq puinter banget yo. mathur nuwon Mbak Thari atas semua
    informasinya. memang benar, adenium kakak saya itu bongsor2 banget, obesumnya saja memiliki bonggol seperti arabicum.
    o ya, saya juga membawa satu batang entres yang saya potong dari adenium yang paling banyak buahnya, karena saya juga
    agak curiga, jangan2 faktor genetik ikut berperan seperti yang Mbak Thari paparkan, saya ingin buktikan di tangerang.
    sekedar informasi tambahan, NPK yang dipakai oleh kakak saya bukan NPK warna biru akan tetapi NPK warna merah yang
    biasa dipakai oleh para petani. ya memang saya tetap belajar dari para guru peradeniuman di millist ini, saya selalu pantau,
    walaupun saya belum bisa ikutan kopdar lagi. best regards Merta
    mBak Thari dan rekans, Mudah2an yang ada di attachment itu salah satu turunan obesum A van lampung, Pas setelah
    lebaran membeli zaftigmoon, lion red/bunaken dan touch stone, uangnya masih sisa 20K, dan kebetulan ada batang bawah
    yang ndak jadi dipakai, bunganya lumayan bagus, ya sudah saya jadi penggenap... Sampai di rumah baru ketahuan kalau
    ada bakal buah, dan mudah2an survive melaului musim hujan nan dingin di kaki merapi. Dan gara2 iru, salak-man di
    rumah bilang "mas besok kalau beli yang kayak gini saja, gampang berbuah". Mungkin dia dah kapok ngembangi adenium
    yang warnanya pink.... salam, Tomo
    Korelasi Positif
    Selintas yang saya amati selama ini, ada korelasi positip antara
    kesehatan tanaman dengan jumlah polen. Dari catatan ringkasan beberapa
    bacaan yang sempat saya temukan (meski tidak khusus bicara adenium),
    umumnya menyatakan sbb. :
    Jumlah dan sterilitas polen ditentukan gen .
    1. Butiran polen terbentuk dari “microspore mother cell” di dalam anther
    (tapetum)
    2. Anther mirip dengan perkembangan meristem, oleh sebab itu
    perkembangan butiran polen juga dipengaruhi oleh ketersediaan
    karbohydrat dan kondisi persaingan antar meristem lain yang ada saat itu.
    3. Aktivitas fruktokinase (FK) meningkat selama butiran polen terbentuk. Mg serta Ca merupakan unsur essential dalam
    aktivitas FK.
    4. Panas yang tinggi (> 32o / 26o C day / night) akan menyebabkan jumlah polen berkurang, karena terjadi alterasi pada
    metabolisma karbohydrat di anther. Panas tinggi juga menyebabkan daya hidup (viability) polen akan berkurang.
    5. Polen dikenal sebagai sumber hormon auksin dan giberelin.
    6. Giberelin berperan dalam perkembangan anther. Catatan : tidak disebutkan giberelin yang mana ? Karena ada 110
    jenis/macam giberelin, bisa jadi GA3, GA2, GA110, atau boleh jadi GA nomor sekian
    Mudah-mudahan dapat membantu dalam menentukan perlakuan apa untuk meningkatkan jumlah polen
    ;------------------------------
    11
    Kesalahan dalam penyerbukan adenium
    Sejak saya mulai (lagi) awal Februari 06 akhirnya keberhasilan penyerbukan (silang)
    sudah mulai baik, sekarang lagi menunggu puluhan pasang pods sedang
    berkembang.. bagaimanapun kegagalan ada saja terjadi.
    Kesalahan 1 : Saya sudah membunuh 2 pot silangan pertama saya. Kedua nya wow
    dan waterfall, punya bonggol masih kecil, masih dibawah 5 cm, yang
    mengkhawatirkan adalah jumlah daun yg sedikit. Ternyata ada benarnya bahwa
    pertumbuhan tunas dan akar cenderung berhenti (lambat) jika adenium beralih ke
    fase generatif yaitu berbunga dan berbuah. Maklum lagi belajar, biar daun cuma 6,
    semua bunga dalam satu dompol dikerjain :-), dan akhirnya 4 bunga pun jadi buah.
    Khawatir, 3 pasang saya potong/kastrasi, begitupun tanaman pun menyeleksi sendiri
    hingga tinggal 1 polong yang membesar. Barangkali karena nutrisi banyak tersedot ke
    buah, hingga tanaman makin kurus, mudah sakit, nasib dia lagi gak mujur.. kena
    jamur dan sang induk pun mati. Buah silangan [wow x chameleon] masih sempat
    dipanen dan disemai, dan batang digrafting ke bonggol lain (jadi 5) tapi bonggol gak
    bisa diselamatkan. So, jika rekans memutuskan untuk mencoba
    menyerbuki/menyilangkan adenium, pakailah induk betina yang cukup tua sehat dan besar. Dan jangan menyerbuki banyak
    bunga dalam satu dompol.
    Kesalahan 2. Saya melakukan pruning pada salah satu induk asal stek batang lokal, pada saat yang sama pohon sedang
    menunggu pembesaran 4 pasang buah yang saya serbuki, hasilnya.. semua calon tunas pada bekas pruning mengalami
    dormansi, tdk satupun tunas baru keluar. Karena pruning yang saya lakukan telah mengurangi daun, akhirnya perkebangan
    buah agak terhambat, seleksi alam 2 pasang rontok, sekarang tinggal 2 pasang, cukup panjang tapi buah kurang gendut
    dibanding buah lain (sama jenis) di pohon induk lain.
    Demikian semoga berguna, Horas .Zai – Medan
    Penyilangan:
    Waktu yang tepat untuk proses penyilangan adalah jam 6:00 sampai jam 8:00 pagi atau senja hari.
    1. Penyilangan secara alami. Letakkan dua tanaman adenium berbunga yang akan disilangkan secara berdampingan. Biarkan
    serangga atau lebah kecil yang akan melakukan penyerbukan. Kelemahan dari cara ini adalah hasilnya tidak dapat diprediksi
    dengan baik.
    2. Penyilangan buatan (disarankan)
    Langkah 1:Pilih bunga yang baru berumur 2-3 hari. Bunga harus dalam keadaan baik dan sehat. Buang 5 bagian filament yang
    berbentuk benang dengan cara dicabut/ditarik. Buka bagian kuncup didalam bunga yang berisi serbuk sari (pollen) dengan
    cara ditekan sedikit. Ambil dan basahi dengan air, kuas kecil No.1 atau 2 yang biasa digunakan untuk cat air, untuk
    mengumpulkan serbuk sari. Serbuk sari terlihat seperti pasir lembut berwarna kekuningan. Usap pelan-pelan sampai terlihat
    serbuk sari menempel di ujung kuas.
    Langkah 2:Pilih bunga tanaman yang akan anda silangkan. Bunga yang dipilih adalah yg telah berumur 2-3 hari. Buang
    bagian filament yg berbentuk 5 benang dengan cara dicabut/ditarik. Buka bagian kuncup didalam corong bunga, sehingga
    terlihat bagian stigma (kelamin betina). Bagian stigma ini berwarna putih kehijauan dan agak lengket karena seperti dilapisi
    cairan. Masukkan kuas tadi yang berisi serbuk sari kedalam stigma. Lalu usapkan perlahan2 pada bagian stigma. Setelah 4
    hari bunga akan gugur. Bunga yang gugur lebih cepat menandakan penyerbukan/pembuahan berhasil. Jika bakal buah
    terlihat hijau dan agak membesar berarti pembuahan berhasil. Jika bakal buah terlihat kemerahan dan coklat biasanya akan
    cepat gugur, dan pembuahan gagal. Berikut ini siklus pembuahan berdasarkan rentang hari:
    Hari ke---------1------------- 2------------ 3------------4------------5-----------6------------7-------------8-------------9------------10-----------11-----------12
    Bunga mekar Penyilangan Petal bunga gugur bakal buah terbentuk
    Berikut ini tabel masa kematangan dan jumlah biji per polong/buah adenium.
    Nama Belanda, Jepang dan Arizona adalah asal indukan sebelum didatangkan ke Thailand.
    12
    Jenis (Asal Induk) Masa Kematangan Jumlah biji setiap buah/polong Obesum (Belanda) 6 - 8 Minggu 80 – 140 biji Arabicum
    (Jepang) 10 – 12 Minggu 200 – 250 biji Arabicum (Arizona) 8 – 10 Minggu 25 – 30 biji
    ;------------
    DATUK MARINGGIH, PEMULIAAN KAMBOJA JEPANG DENGAN KAWIN PAKSA
    By Fendi Salim (HP: 081 2828 9996):
    Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pembuahan buatan (Kawin Paksa = Siti Nurbaya..?).
    1. Pohon harus sehat. Pohon yang kurang sehat/stress apabila dipaksakan untuk pertumbuhan generatif, akan menyebabkan
    pohon itu sendiri sengsara bahkan bisa mati.
    2. Pohon calon indukan minimal berumur 1 tahun. Pohon kamboja jepang asal biji, dalam 4 bulan sudah bisa berbunga. Dan
    untuk menghasilkan biji, pada saat pertama kali berbunga sudah bisa dikawinkan. Namun hal ini tidak dianjurkan, karena
    akan merusak pertum buhan pohon itu sendiri, juga kwalitas dan kwantitas biji yang dihasilkan tidak akan maksimal.
    Pupuk sebelum & sesudah pembuahan. Dua minggu sebelum dilakukan pembuahan, pohon calon indukan harus dipupuk
    dengan pupuk berkadar 'Kalium-Pospat' (unsur P & K) tinggi. Hal ini dimaksudkan agar pohon menghasilkan bunga & buah
    secara maksimal. Pemupukan rutin dapat dilakukan 2-3 hari sekali dengan dosis 1/4 dari yang dianjurkan. Bila bakal buah
    sudah terbentuk, pemberian pupuk bisa ditingkatkan hingga 1/3 Bngambilan serbuk sari. Selain alat pada gambar 01, bisa
    juga digunakan kuas kecil bagi yang mahir menggunakan kuas.
    Jeroan Bunga Kamboja Jepang. Perhatikan bagian dalam dari bunga. Bila ingin jadi Datuk Maringgih, harus mengerti terlebih
    dahulu bagian dari bunga yang terpenting. Jangan ragu untuk mengambil bunga yang berumur 2 -3 hari, lalu belah seperti
    pada gambar 02. Perhatikan dengan seksama & setelah itu anda bisa praktekan keahlian menjadi Datuk Maringgih.
    3. atau 1/2 dari anjuran pada kemasan.
    13
    Tahap demi tahap melakukan Kawin Paksa
    Apabila anda sudah cukup mengerti isi bunga seperti pada gambar 02, segera siapkan peralatan anda dan ikut langkah
    langkah berikut;
    Langkah 1.Pilih bunga yang berumur 2-3 hari. Mengapa harus yang berumur 2-3 hari? Karena pada umur inilah bunga dalam
    kondisi subur. Baik serbuk sari(jantan) maupun putik(betina) dalam keadaan sehat dan matang. biasanya lebih dari hari
    keempat, benang sari sudah kering dan mati. Ambil pisau kecil atau gunting kecil yang tajam & steril, sobek 2 kelopak bunga
    yang paling bawah hingga ke ujung corongnya. Lihat gambar 03
    Langkah 2.Buang 1 benang sari yang paling depan, sehingga terlihat serbuk sari dan putik. Lakukan dengan bantuan pisau
    kecil atau gunting kecil, jangan dicabut paksa dengan tangan karena serbuk sari akan terjatuh. Lihat gambar 04
    Langkah 3.Ambil serbuk sari dengan peralatan yang telah disediakan. Agar serbuk sari tidak mengelinding jatuh saat diambil,
    ujung dari alat kita bisa dibasahi dengan air sehingga benang sari akan menempel pada ujung alat. Lihat gambar 05
    Langkah 4.Oleskan serbuk sari pada bagian penerima. Selama proses berlangsung usahakan agar tidak melukai bagianbagian
    ini karena akan sangat berpengaruh pada terjadi tidaknya pembuahan. Lihat gambar 06
    Langkah 5.Ini merupakan tahap akhir dan diperlukan hanya bila kita mengawin paksakan dua bunga yang berbeda. Siapkan
    'Name Tag', beri tanggal, nama bunga penerima serbuk sari(betina) dan nama bunga pemberi serbuk sari. Pemberian nama
    selalu diawali bunga betina dan diikuti bunga jantan. Pemberian label ini diperlukan untuk registrasi, atau agar kita tahu,
    bunga A dikawin dengan bunga B akan menghasilkan bunga XY, dsb.Bahan label sebaiknya dari bahan yang tahan air dan
    ditulisi dengan pen anti luntur. Lihat gambar 07
    Gambar 07Pemberian label dengan pen anti luntur, diperlukan untuk registrasi bunga.
    Bila sudah ada yang mulai protes, bunga rusak dan kehilangankeindahannya karena kita sering menjalan proses 'Siti
    Nurbaya', coba yangsatu ini. Semoga bisa meredam protes protes yang ada.Buat sebuah lubang kecil pada ujung corong
    bunga seperti pada gambar 08 Lalu teruskan dengan langkah 2 hingga selesai.
    1. Hobbies Cutting Knife, bisa diperoleh dengan merogoh kocek sebesar Rp. 30.000,-2. HeadLamp, sangat membantu bagi
    yang suka melakukan aktivitas hobbies dimalam hari. Harga mulai dari Rp. 50.000,- hingga Rp. 300.000,- tergantung merk dan
    kwalitas.3. Multi toolkit merk LeaderMan(produk Amerika, saingan dari Victorynox, Swiss). Harga multi toolkit ini dari Rp.
    30.000,- hingga Rp. 1.200.000,- tergantung dari merk, fungsi dan kwalitasnya.4. Pisau bedah. Bagus untuk okulasi karena
    ketajaman matanya. Harga sangat variatif, tergantung merk. Pisau lain yang dianjurkan adalah 'Grafting Knife' dari
    Victorynox yang bisa diperoleh di outlet Gramedia se harga Rp. 30.000,-5. Wrapping Plastik yang dipotong selebar 1,2cm,
    bagus untuk melakukan okulasi.6. Spidol anti luntur, bagus untuk pelabelan. Selamat mencoba, semoga menjadi 'Datuk
    Maringgih' yang paten...
    Kemasan biji
    Bagi yang sudah pernah atau sedang melakukan pertukaran bibit berupa biji/benih melalui pos pasti pernah mengalami
    kesulitan cara mengemasnya. Apalagi jumlahnya cuma sedikit cuma 20-30 biji bagaimana caranya?.
    14
    Benih yang cuma sedikit itu jika dikirim melalui amplop begitu saja pasti akan berisiko pecah akibat tertekan atau tertindih
    sesuatu. Seorang teman dari Thailand pernah mengirim kepada Saya 13 biji adenium yg terdiri dari berbagai macam cultivar.
    Caranya cukup sederhana tapi sangat patut untuk ditiru, yaitu:
    1. Ambil potongan dus bekas kemasan barang elektronik atau bekas mie instan.
    2. Biasanya dus tersebut berwarna coklat dan terdiri dari tiga lapis. Lapisan yang tengah berbetuk gelobang-gelombang.
    Gelombang-gelombang inilah yg dapat dimanfaatkan untuk menaruh biji.
    3. Potongan yg diperlukan relatif tidak terlalu besar, cukup ambil sebesar tidak lebih dari ukuran kartupos.
    4. Lalu sayat dengan menggunakan cutter searah lajur gelombang2 tersebut, sayatan jangan sampai mengenai tepi potongan
    dus. Jangan memotong melintang. Ingat jangan menyayat sampai tembus ke belakang. Hanya lapisan pertama saja yang
    disayat.
    5. Buat sayatan sebanyak yang anda butuhkan. Lalu isi kolom-kolom dengan biji adenium yg hendak anda kirim ke teman
    anda.
    6. Untuk menghindari bunyi 'keclek-keclek', sumpal ruangan kolom yang kosong dengan gumpalan tisu atau kertas.
    7. Tutup dengan solatip pada bagian sayatan dan tepi kiri dan kanan dus, agar biji tidak tumpah.
    8. Lalu masukan ke amplop tertutup dan siap dikirimkan ke teman anda.
    .Selamat mencoba.
    Perbanyakan Adenium
    1. Dari Biji (Seeds)
    Perbanyakan dengan biji atau disebut juga perbanyakan generatif dilakukan untuk menghasilkan silangan adenium baru.
    Selain itu hanya dengan perbanyakan dengan biji lah dihasilkan adenium berbonggol besar.
    Persiapan benih biji
    a.Ambil buah/polong yang sudah matang, ditandai dengan tutup polong yang sudah terbuka merekah.
    Untuk menghindari terbawa angin, lilitkan dengan kawat tipis atau tali plastik pada polong yang sudah hampir matang.
    Lebih praktis gunakan plastik panjang yang biasa digunakan untuk es mambo, lalu ikat dengan karet atau tali plastik.
    b.Bersihkan bulu halus pada biji, lalu angin-anginkan 3-4 jam hingga kadar air menjadi rendah.
    c.Konon biji jenis adenium tertentu dapat disimpan hingga satu tahun dengan cara disimpan ditempat yg tidak terkena
    matahari dan tidak kering juga tidak lembab. Biji yang sudah lebih dari satu tahun tidak akan memberikan tingkat
    perkecambahan yang baik.
    d.Pilihlah biji yang berisi, cukup besar dan bersih.
    e.Rendam biji yang akan ditanam dalam air bersih kurang lebih 30 menit sebelum disemaikan.
    Persiapan media tanam
    a.Campurkan tanah kebun (humus), sekam bakar dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.
    b.Buat lubang kecil dengan kedalaman tidak lebih dari 1 cm.
    c.Letakkan biji adenium dengan posisi tidur, jangan ditancapkan. Lalu tutup dengan sedikit tanah.
    Perawatan
    a.Siram dengan menggunakan percikan air setiap hari sekali. Jangan menyiram dengan air yang mengalir, karena akan
    menghanyutkan biji.
    b.Letakkan persemaian ditempat yang agak teduh tapi cukup ada sinar matahari (misal di bawah pohon rindang), hindari
    matahari langsung.
    c.Tunggu selama 7 hari, kecambah akan mulai tumbuh kuncup daun pertama, dalam waktu 14 hari daun akan mengembang
    dengan sempurna.
    15
    Pemindahan media tanam (transplantasi)
    a. Tanaman dapat dipindahkan kedalam pot kecil setelah berumur 5-6 bulan.
    Pada umur ini bakal bonggol sudah terlihat membesar. Letakkan tanaman muda di tempat terbuka, dimana matahari dapat
    langsung menyinari tanaman.
    b. Tanaman akan mulai berbunga pertama kali pada umur 8-12 bulan.
    2. Cangkok (Air layering)
    Perbanyakan cangkok dilakukan untuk memperbanyak stock induk adenium. Perbanyakan dengan cangkok tidak akan
    menghasilkan bonggol yang besar.
    Persiapan Media
    a.Siapkan kantong plastik bening (biasa untuk menyimpan gula pasir) atau polybag ukuran 500 gram. Kantong ini diberi
    lubang secukupnya untuk mengontrol kadar air (drainase).
    b.Media berupa campuran pupuk kandang dan humus dengan perbandungan 1:1.
    c.Siapkan tali plastik (rafia) untuk mengikat cangkokan. Juga siapkan sedotan untuk menutup luka tanaman.
    d.Siapkan pisau bersih untuk memotong. Jangan menggunakan pisau untuk keperluan dapur, karena getah adenium
    mengandung racun.
    Jika terpaksa menggunakan pisau dapur, cucilah pisau setelah digunakan hingga bersih.
    Persiapan Tanaman
    a.Pilih batang yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Biasanya kurang lebih 20-25 cm dari pucuk tanaman atau
    ukurannya sebesar jari tangan.
    b.Kupas kulit batang sepanjang 3-4 cm. Jangan sampai memotong hinggs mrngrnai bagian kayu.
    c.Tutup bagian luka atau bagian kayu dengan potongan sedotan.
    d.Biarkan tanaman hingga bagian atas luka menjadi membengkak.
    e.Jika sudah membengkak (+/- 7 sampai 12 hari), buang sedotan.
    f.Tutup bagian batang yang terkelupas dengan campuran media.
    g.Bungkus dengan plastik dan ikat kuat-kuat.
    h.Biarkan hingga 3-4 bulan. Makin lama makin baik perakarannya.
    i.Siram setiap hari sekali pada bagian cangkokan.
    j.Setelah akar tumbuh baik, tanaman siap ditransplantasi.
    3. Grafting (Sambung)
    Teknik Grafting ini dilakukan untuk menghasilkan adenium dengan bentuk yang baik seperti bonsai . dalam waktu relatif
    singkat tanpa menunggu waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan adenium yang berpenampilan menarik.
    Persiapan tanaman:
    a.Siapkan tanaman adenium bawah yang sehat dan berbonggol bagus. Lalu potong pada pangkal beberapa inchi diatas
    bonggol atau batang bawah. Beri sayatan berbentuk |V|.
    b.Siapkan beberapa batang atas yang ukurannya tidak lebih besar dari batang bawah. Boleh berukuran sama atau lebih baik
    sedikit lebih kecil. Batang atas tidak boleh lebih besar dari batang bawah.
    Juga jangan yang terlalu kecil, karena walaupun mungkin berhasil, sambungan akan terlihat kurang sempurna. Buang
    beberapa daun hingga menyisakan beberapa pucuk saja. Usahakan batang atas diambil dari spesies adenium yang sama
    dengan adenium bawah. Pada ujung bawah, iris meruncing membentuk V terbalik. Buatlah sedemikian rupa sehingga ukuran
    irisan bisa klop. Jangan lupa gunakan pisau bersih dan steril untuk memotong tanaman agar tidak terjadi pembusukan.
    Penyambungan:
    a.Pasangkan dan sambung batang atas dan bawah dengan pas (klop).
    16
    b.Lalu ikat dengan tali rafia atau lebih baik dengan potongan plastik bening yang elastis. Pengikatan jangan terlalu kuat, tapi
    cukup kuat hingga sambungan tidak mudah bergerak lagi. Sambungan tersebut tidak boleh terkena air. Usahakan agar air
    hujan/air siraman tidak dapat masuk ke celah ikatan plastik tersebut. Biasanya agar tidak kena air, sambungan ditutup lagi
    dengan kantong plastik atau jika tidak disimpan di bawah naungan.
    c.Lakukan hal serupa untuk batang-batang yang lain yang akan disambung.
    d.Dalam waktu 1-2 minggu, pucuk daun mulai tumbuh pertanda sambungan berhasil.
    e.Ikatan sambungan tidak dilepas hingga garis sambungan tidak terlalu jelas kelihatan lagi. Biasanya 6-8 bulan sambungan
    sudah menyatu dengan sempurna.
    4. Stek (Cutting)
    Stek dilakukan untuk memperbanyak stock adenium. Tanaman adenium yang diperbanyak dengan stek tidak akan
    menghasilkan bonggol yang besar.
    Langkah-langkahnya:
    a.Pilih batang adenium yang sehat dan tidak cacat. Ukuran batang yang baik adalah yang berdiameter lebih dari 3-4 cm atau
    sebesar jari orang dewasa atau lebih besar.
    b.Potong batang sepanjang 20-30 cm, buang semua daun-daun yang ada.
    c.Pada bagian bawah batang berikan cairan perangsang tumbuh akar dengan cara dicelupkan selama 30 menit.
    d.Lalu tancapkan sedalam +/- 5 sampai 8 cm batang bawah kedalam media campuran tanah humus dan pupuk kandang
    dengan perbandingan 50:50.
    e.Jaga kelembaban tanah dengan cara disiram setiap hari. Jangan biarkan media terlalu kering atau terlalu basah.
    f.Dalam waktu 3-4 bulan batang tanaman sudah bertunas.
    g.Batang stek yang membusuk menandakan stek tidak berhasil.
    Artikel ini disusun kembali oleh: Argy – Jakarta untuk Adeniumania Indonesia
    Tanduk busuk ujung
    on behalf of ToNnY :Coba dijawab ya .. kalau salah biar nanti dikoreksi oleh teman teman yang lain.
    Busuk ujung setelah berumur 6 minggu. mungkin ada ilmu yang bisa menangkal busuk buah ?
    1.Defisiensi K, Zn dan karbohidrat .
    Befisiensi Zn dan karbohidrat biasanya menyebabkan hal hal seperti ini . Zn dan Karbohidrat diketahui hingga saat ini adalah faktor
    penting dalam pembentukan hormon pada tanaman . Unsur K juga sama pentingnya karena sebagai pemecah sel yang nantinya sebagai
    transporter ke seluruh tanaman . Hubungannya sebagai pembagi makanan ke tanaman .
    2. Cuaca
    Dulu juga pernah saya alami , faktor cuaca yang berubah drastis juga sebagai penyebab gagalnya seedspods. Biasanya kegagalan terjadi
    setelah cuaca panas terik dan kemudian turun hujan . Intinya cuaca tidak menentu .
    3. Insect
    Kesorn dari thai pernah saya tanya mengenai hal ini dan akhirnya saya melihat faktanya juga . Ada sejenis insect ( sejenis nematoda ) ,
    bentuknya kecil abu abu ( ga tau namanya ) , serangga ini terkadang hinggap di seedpods dan kemudian menyuntikkan buntutnya yang
    tajam, geraknya sangat cepat .. . Ditengarai si kutu kupret ini sedang menyuntikkan telurnya . Sama juga dgn walangsangit , coba
    perhatikan .. tidak lama setelah ke duanya nempel , dalam hitungan hari seedpods akan luluh lantah ,
    4. Media
    Dari beberapa literatur , ternyata media juga berpengaruh , terlepas dari campurannya apa .. ingat , media yang digunakan adenium
    harus porous. Porousitas berarti ketika disiram , atau hujan , maka kandungan hara akan terbuang sebagian . Berarti supply makanan
    akan berkurang .
    Semoga membantu ..dan benerin yo nek aku salah ..
    17
    18
    Penyerbukan Buatan
    "KM. Yasa" adeniumaniamember@yahoo.co.id wrote :perkenalkan, saya Ketut M Yasa, member baru dan masih baru sekitar
    3 bulanan pelihara adenium. Ingin bagi-bagi pengalaman pribadi yg saya dapet dari para senior dimilis adeniumania.Saya
    ada beberapa foto perkawinan paksa adenium yg sempat saya potret.Maaf kalau fotonya kurang bagus dan tajam.
    Peralatan minimal yg digunakan hanya tusuk gigi atau kuas halus.
    Gambar1 : Foto bagian2 seksual bunga adenium.
    Gambar2 : Bunga terpilih berumur 2-3 hari yg disobek.
    Gambar3 : Benang filament dicabut
    Gambar4 : Dipencet sedikit agar corong terbuka dan terlihat pollennya.
    Gambar5 : Gunakan tusuk gigi
    Gambar6 : Pollen diambil pakai tusuk gigi dgn hati-hati, agar tidak jatuh.
    Gambar7 : Pollen diujung tusuk gigi. (Cuman dapet sedikit, tapi cukup kok)
    Gambar8 : Pollen dikawinkan kebunga lain yg berumur 2-3 hari.
    Gambar9 : Kemudian agar tidak kena air, petalnya dilipat atau dibungkus pelastik. ( Setelah 3 sampai 4 hari bunga akan
    rontok )
    Gambar10 : Hasil kawin paksa berupa buah berumur kira-kira 2 mingguan.
    Mohon koreksinya dan semoga bermanfaat bagi yg mau belajar HP.
    Terima kasih. Wassalam, Ketut M. Yasa
    awwabyhafidz@yahoo.com wrote : Meletakan polen tidak perlu ditekan Pak Harry karena kepala putiknya (pollinate tube
    head) sudah dilengkapi perekat, malah kalau ketekan terus patah maka gagal deh penyerbukannya, usia pollen yang baik
    adalah 2 s/d 3 hari setelah bunga mekar.
    Penyerbukan Buatan --> kelas lanjutan
    djatmiko@e-kgs.com gidott :Dulu waktu PSM 1 di rumah Mbah Suro, serta kumpul2 di Pak Frans – Graha Bintaro, saya
    banyak mendapatkan ilmu ttg kawin paksa.Alhamdulilah untuk proses HP sudah tidak ada kendala.Mohon sudilah kiranya,
    Mbak Tharie, eyang Tony, Suhu Fendy, Oom BJ dan suhu-suhu lainnya untuk bisa menurunkan ilmunya lagi ttg
    HP,Sehingga saya bisa ikutan belajar mencetak hybrid baru. saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan sbb :
    1. Apakah crossing HP yg dilakukan harus dgn tanaman original?? Bagaimana efeknya bila dilakukan thd grafted plant??
    2. Berapa persen kah karakter pohon dan bunga hasil cross HP akan mengikuti ibu, dan berapa persen mengikuti bapak??
    3. Pada tingakatan generasi ke berapakah hasil bunga akan stabil??
    indies@rocketmail.com indies.rm :Coba sharing ya ...
    19
    1. Apakah crossing HP yg dilakukan harus dgn tanaman original?? Bagaimana efeknya bila dilakukan thd grafted plant??
    Maksud Original di sini mungkin true Bloodnya atau yang Non graft. Jika untuk mendapatkan hybrids baru akan lebih
    baik kalau non graft karena belum ada campur tangan dari gen yang dibawa dari Rootstock .
    Hasilnya akan murni . Sepengalaman saya untuk hand Pollinate , jika disilang melalui grafted plant , kadangkala akan
    terbawa gen dari rootstocknya. Tapi ini tidak selalu ya. Efeknya jika dgn grafted plant " Biasanya " akan sedikit ikut
    terbawa , misal 2 buah White big ben grafted plant jika disilang " kadangkala " akan terbawa sedikit warna ngepink dari
    rootstocknya . Prosentasenya ?? tidak merata .. Mungkin rekan lain ada yang mempunyai pengalaman berbeda.
    2. Berapa persen kah karakter pohon dan bunga hasil cross HP akanmengikuti ibu, dan berapa persen mengikuti bapak??
    Biasanya prosentase mengikuti Parent ibu lebih besar .. Tapi ada satu silangan Harry Potter x Arabicum Yemen
    mempunyai keunikan sendiri dgn Bonggol yang sangat besar dan batang mengikuti trah obesumnya .. Nanti kalau pas ke
    tebet akan saya fotokan .
    3. Pada tingakatan generasi ke berapakah hasil bunga akan stabil??
    Setahu saya F5 akan kembali ke Normal . F1 biasanya warna belumpermanen , Stabil biasanya pada f2 - f3.
    Eyang kakung * Kakek fungky ini masih terus sinau .. *
    djatmiko@e-kgs.com gidott : Terima kasih pencerahannnya Eyang.... Sekalian mau nambah pertanyaan...Mudah2 an ga bkin
    eyang bosen dan eneg yaa.....
    1. untuk Gen Kristata dan Variegata, apakah bisa diturunkan melalui HP?
    2. dalam sepasang tanduk hasil cross HP, mungkinkah menghasilkan bunga berbeda2, shg harus semua hasil biji silangan
    disemai sendiri dan tidak bisa diambil sample secara random?
    3. bagaimana cara memperpendek waktu penciptaan bunga baru?? Bisakah dengan dibantu grafting ke adenium lain agar
    motif bunga dan karakter pohon tsb cepat terbaca? Soalnya kalo melalui proses normal F1 sampai F3 kira kira 1,5 - 2 tahun
    (cmiiw)
    indies@rocketmail.com i: Aduhh .. Masa eneg sih, nggak lah yauuuu ..
    1. untuk Gen Kristata dan Variegata, apakah bisa diturunkanmelalui HP?
    Untuk Kristata Jawabnya bisa karena kebetulan koleksi kristata lumayan banyak. Untuk indukan yang salah satunya
    kristata ( waktu itu Luxurios red Cristata ( grafted ) x Peterpan , dari 115 Seeds , dapat 6 turunan Kristata yang sudah
    terlihat dari seedling. Untuk indukan Cristata ( Non grafted ) x Indukan Cristata ( Non Grafted ) , dapat sekitar 27 an seeds
    cristata yang terlihat sejak kecil dari 100 an benih yang ditebar . Untuk Variegata , saya pernah meng HP Star of Mirage
    2. Dalam sepasang tanduk hasil cross HP, mungkinkah menghasilkan bunga berbeda2, shg harus semua hasil biji silangan disemai
    sendiri dan tidak bisa diambil sample secara random?
    Mungkin saja , apalagi kalau yang non grafted dan masih F1. Tapi perbedaannya tidak terlalu mencolok .. relatif kalau
    menurut saya . Contoh sederhana adalah salah satu silangan saya Hip Hop X NN , dari 100 seeds yang saya tebar , sekitar 8
    seeds menjadi Variegata . Dan setiap variegatanya mempunyai keunikan tersendiri . Ada daunnya yang dominan merah ,
    ada yang dominan putih , ada yang separasinya halus dan ada yang separasinya kasar.
    3. Bagaimana cara memperpendek waktu penciptaan bunga baru??Bisakah dengan dibantu grafting ke adenium lain agar motif bunga dan
    karakter pohon tsb cepat terbaca? Soalnya kalo melalui proses normal F1 sampai F3 kira kira 1,5 - 2 tahun (cmiiw)
    Bisa dipercepat dgn melakukan Grafting ke Pohon yang lebih besar. Biasanya akan lebih cepat berbunga . Namun yang
    dikhawatirkan warnanya akan dapat berubah dari aslinya . Jadi siapkan saja dua cara , 1. dgn cara dibuat indukan true
    tonesnya , 2. Dgn grafting ke pohon yang lebih besar . Cmiiw ..Eyang kakung * Ngudut rokok " Tapel kuda " , hadiah
    teman naik gn. slamet di purwekorto "
    Zai Regar" zairegar@gmail.com zairegar wrote : Mas Tonny and Mas Bejatt.. Hanya untuk sekedar tukar pendapat.. bukan
    untuk polemik atau membantah pendapat teman2 Saran.. sebaiknya search saja di google tentang genetik.. wah banyak sekali
    jawaban.
    1. Apakah crossing HP yg dilakukan harus dgn tanaman original?? Bagaimana efeknya bila dilakukan thd grafted plant??
    Tidak harus.. semua jenis termasuk species dan hybrid sebagian besar bisa disilangkan (crossing).. bahkan untuk anggrek
    bisa cross intergenus (intergenera). Bunga Grafted plant mewariskan gen asli dari bagian tanaman
    yang digrafted.. sama perilakunya dengan stek atau tanaman original yang bukan grafted. Grafted merupakan klon yang
    sifat genetisnya sama dengan tanaman asalnya. Tidak ada efek genetis batang bawah terhadap sambungan.
    2. Berapa persen kah karakter pohon dan bunga hasil cross HP akan mengikuti ibu, dan berapa persen mengikuti bapak??
    Sang Pencipta Maha Adil, sifat genetik (genotip) diwariskan oleh kedua induknya secara adil 50% induk betina 50% dari
    induk jantan.. Sel bakal biji (ovum) menyimpan sebagian jumlah kromosom (n) yaitu setengah dari jumlah sel sempurna
    normal (2n).. begitu juga dengan serbuk sari.. ketika keduanya bersatu.. membentuk bakal individu baru yang jumlah
    kromosom juga sempurna (2n).. 1n dari induk jantan dan 1n dari induk betina. Sifat yang akhirnya terlihat (fenotip)
    tergantung kombinasi sifat gen yang dibawa dari kedua tetuanya.
    3. Pada tingakatan generasi ke berapakah hasil bunga akan stabil??
    Hybrid yang stabil dalam arti bahwa anaknya juga bakal memilki sifat genotip dan fenotip yang hampir sama (nearly
    identic).. Bisa diperoleh dengan melakukan perkawinan sendiri sehingga menghasilkan turunan yang homozygote.
    20
    Artinya jika sel individu yang 2n tersebut membentuk sel telur/bakal biji dan sel kelamin jantan (keduanya disebut sel
    kelamin), maka akan terbentuk sel yang jumlah kromosomnya n yang mewarisi sifat yang sama.. jika individu AABBCC
    membentuk sel kelamin ABC dan ABC yang persis sama.. jika keduanya kemudian dikawinkan self akan terbentuk individu
    yang sama dengan induknya yaitu AABBCC. Jika dikawinkan dengan individu lain yang juga homozygot maka akan
    menghasilkan turunan F1 hybrid yang sangat seragam (keragaman tinggi). Cara begini ditempuh pemulia kelapa sawit
    dengan memurnikan (homozygot) sifat genetik induk varitas Dura = D (buah gede, daging buah tipis (minyak dikit), biji
    besar, cangkang tebal) dan Pisifera =P (buah kecil, daging buah tebal, biji hampir tidak ada, cangkang tidak ada).. Produksi
    kecambah hybrid (DxP) akan lebih homogen jika makin banyak perkawinan self (pemurnian) induknya dilakukan.. Pada
    sawit 5 generasi self pollination cukup bagus untuk menghasilkan hybrid kualitas baik yang sangat seragam. BTW buat
    adenium.. keseragaman turunan untuk apa ?Jika sifat fenotip yang "stabil" yang Mas maksud adalah yang tidak ada
    hubungan dengan genetik.. maka sekali silang saja (1 generasi) turunanya sudah dapat cetakan dari Ilahi, misalnya jika
    cetakan (DNA) dia AABBCC maka dia akan menunjukkan kenampakan fenotip yang AABBCC. jika kondisi lingkungan tetap
    normal, tidak sakit, tidak kurang makan.. maka kita akan melihat dia memperlihatkan sifat fenotip yang stabil.. percaya ? Zai
    Posted by: "indies.rm" indies@rocketmail.com :Siip deh Om Zai ..Wah terima kasih nih penjabarannya , nambah pengetahuan
    nih .Inidiskusi berguna lho om , bukan polemik. Senang banget nih ..
    1. Apakah crossing HP yg dilakukan harus dgn tanaman original?? Bagaimana efeknya bila dilakukan thd grafted plant??
    Om Zai : Tidak ada efek genetis batang bawah terhadap sambungan.
    Maaf ya om , kalau untuk yang ini saya kurang sependapat. Tetap ada efek genetis walaupun hanya 0.00001 % . Kita ambil
    contoh 1 buah entres yang terinfeksi chimera ( atau ada yang beranggapan diradiasi sinar gamma , etc ,etc ). Kemudian kita
    sambungkan ke Rootstock normal dalam arti kata bebas chimera. Dalam kurun waktu 1,5 - 2 bulan , Rootstock akan terkena
    imbasnya . Setelah terkena imbasnya , entres atas kita buang bersih . Rootstock kita sambungkan lagi dgn entres sehat. Kurun
    waktu yang sama , entres akan terkenaimbasnya . Atau mudahnya , 1 buah rootstock terkena chimera digraft dgn entres yang
    sehat .
    Contoh ke dua : Kita graftingkan 1 buah entres berbunga putih , rootstock kita pakai dari obesum biasa atau obesum 1 colour
    misal merah . Kita graftingkan .. ada kasus ( tidak semuanya dan prosentasenya berapa saya ndak mengumpulkan datanya )
    ketika graftingan sudah sempurna terkadang bunga akan memunculkan warna semu si rootstock . Efek dari unsur hara yang
    diserap , efek PH , efek intensitas matahari ? sepertinya tidak , yang kita bicarakan bunga putih sejenis hybrids morodoklok
    maupun kao hima atau white swazikum. Kalau menurut saya berdasarkan apa yang pernah saya alami .. tetap memiliki efek.
    Teorinya ? saya tidak terlalu paham ..
    2. Berapa persen kah karakter pohon dan bunga hasil cross HP akan mengikuti ibu, dan berapa persen mengikuti bapak??
    Kalau Illahi sudah diikut sertakan , semua teori sedahsyat apapun bisa menjadi invalid. Semuanya Kunfayakun .. Berat kalau
    sudah begini.
    Ini lagi lagi sharing yang pernah saya alami ... Hybrids a x b , keduanya non variegated plant . ketika dilakukan HP , 10 %
    dari hasilnya adalah variegata . Silangan dilakukan melalui true blood , silangan yang sama dilakukan kembali , kali ini dgn
    Graft plant .. tetap sama .. prosentasenya berubah .. sekitar 5 % . Wah kok bisa ya , kalau begini malah prosentasenya yang
    menyimpang menjadi variegata menjadi berapa persen ? ..berarti benar kata om zai , " Sifat yang akhirnya terlihat (fenotip)
    tergantung kombinasi sifat gen yang dibawa dari kedua tetuanya. " , saya tambahkan dan disimplekan " dan juga lebih
    dominant dan lebih kuat mana gen yang dibawa dari parentnya maupun dari kakek nininya atau malah dari buyutnya "
    3. Pada tingakatan generasi ke berapakah hasil bunga akan stabil??
    Om Zai : Bisa diperoleh dengan melakukan perkawinan sendiri sehingga menghasilkan turunan yang homozygote.
    Om zai melakukan comparasi dgn sawit. Muncullah satu pertanyaan di benak saya , kita ini membicarakan Adenium atau
    sawit ? kalau sawit aku blong babar blas ndak ngerti lho om .. hahahaha.
    Setahu saya baik text book maupun yang pernah saya baca dan saya pelajari , ada statement yang menyatakan bahwa
    adenium tidak dapat melakukan perkawinan sendiri. Namun realitanya beberapa rekan di maillist ini dapat melakukan
    perkawinan sendiri atau Homozygote ya om namanya ( baru tau nih ), Namun prosentasenya berapa % , saya tidak bisa
    menjawab karena saya sangat jarang jarang sekali melakukannya .Tapi katanya sangat kecil , dan yang saya coba juga kecil
    sekali , jadi saya ndak mencoba lagi . Mungkin om zai atau rekan rekan tau prosentasenya ?
    Saya bisa mengatakan F5 berdasarakan apa yang saya tanyakan ke beberapa pakar di maillist ini. Namun saya elum pernah
    sampai ke F5 .. Baru F1 dan mau F2 , masih lamaaaa sekali, Oh ya .. yang saya tau untuk mencapai f5 adalah seperti ini :
    A x B = F1
    F1 X B = F2
    F2 X B = F3
    F3 X B = F4
    F4 X B = F5
    Namun perkiraan saya , di F3 atau F4 pun bisa stabil , tergantung kekuatan genetik yang dibawanya .
    Sekali lagi kalau Illahinya sudah diikutsertakan , salah satu rekan ada yang telpon dan bertanya mengenai diskusi ini.. "
    berarti mungkin nggak mas kalau aku iseng adenium sebagai bawahan ku grafting dgn Aglonema ?? Ya jawabnya
    Kunfayakun " Moga moga ini menjadi diskusi yang menarik . Bukan polemik lho .. ini hanya sharing. Tonny
    www.adesidjo.com * nembe sinau maning *
    21
    Posted by: "Tharie Wie" althari_td@yahoo.com Bang Zai, Tonny, mas Bejatt, dan Bang Jendut : Karena diskusi = MF dan
    bantah membantah = NW, ikut gabung ah. ……
    1. Grafting vs original Tentang ini, saya masih berpegang pada prinsip “ grafting tidak merubah genetik batang atas, tapi
    grafting memfasilitasi “kemungkinan” terjadinya perubahan genetik batang atas, entah terjadinya kapan”.
    2. Bapak vs Ibu Setuju dengan 50 % bapak dan 50 % ibu. Tapi untuk tanaman, ada satu yang sering dilupakan. Apa itu ?
    Dalam dunia tanaman, penurunan gen (sifat) ke anak dapat terjadi melalui inti sel maupun plasmid sel. Saat polen dan
    stigma bersatu, turunan memperoleh sifat 50 bapak : 50 ibu, its OK. Eeiiit …. jangan lupa, si ibu sebenarnya juga
    meneruskan gen yang terdapat di plasmid (gen choloroplast) ke anak. Dan hanya ibu yang bisa melakukan ini, bapak mana
    bisa ….. weekk!!!. Di tanaman ada istilah “patternal inherittance” (ini yang dimaksud 50 bapak : 50 ibu) dan “maternal
    inherittance” (yang ini asli 100% ibu). Maka ada nasehat, kalau melakukan persilangan harus bolak-balik, mungkin
    dilandasi pemikiran “matternal inherittance”.
    Kata orang bijak : “hormatilah ibu bapakmu” itu 100 % benar adanya. Ibu dulu baru bapak, berlaku juga ntuk tanaman ...
    ha..ha..ha..betul begitu bang Zai ?. Masalah kita adalah, mengenali apa saja sifat bapak- sifat ibu yang turun melalui biji
    (patternal inherittance), dan apa saja sifat yang diteruskan melalui chloroplast ibu (matternal inherittance).
    3. Generasi Stabil Hybrid stabil ?? Hybrid yang stabil dalam arti bahwa anaknya juga bakal memilki sifat genotip dan
    fenotip yang hampir sama (nearly identic). Kalau yang dimaksud dengan “nearly identic” adalah “tingkat keseragaman”
    saya setuju banget.
    Lebih lanjut, mungkin yang dimaksud tulisan bang Zai dengan : … nearly identic).. Bisa diperoleh dengan melakukan
    perkawinan sendiri sehingga menghasilkan turunan yang homozygote . Supaya tidak rancu, sedikit tambahan dapat
    dituliskan sebagai berikut : “… nearly identic) Bisa diperoleh dengan melakukan perkawinan antara dua tetua yang berbeda, namun
    masing-masing mempunyai genotype homozygote “. Frase kata “antara dua tetua yang berbeda” menjadi penting, karena
    hybrida adalah istilah untuk perkawinan antara dua tetua yang berbeda (meski itu hanya berbeda dalam 1 aspek kecil saja).
    Kalau tidak beda, namanya “selfing”. Maksud tetua ber-genotype homozygote, katakan tetua 1: AABBCC dikawinkan
    dengan tetua 2 : aabbcc (kedua tetua ini beda, tapi masing-masing homozygote), anaknya (atau hasil silangannya, atau
    hibryda nya) pasti seragam sifatnya AaBbCc. Mungkin begitu yang dimaksud bang Zai ……
    Hybrida stabil = Tetua 1 (nearly homozygote) x Tetua 2 (nearly homozygote).
    Masalah yang dihadapi di adenium adalah :
    1. Sehubungan dengan sifat adenium yang “self incompability”. Sangat sulit untuk melakukan perkawinan sendiri (selfing).
    2. Adenium yang ada saat ini hampir semuanya hibrida (heterozygote), jarang ada yang spesies. Saya termasuk yang
    beranggapan, bahwa bahkan adenium speciespun secara alami sudah hybrida dari sononya. Istilahnya, “homogenheterozygote”.
    Mungkin kelihatan sama, tapi genotypenya ada perbedaan, meskipun kecil. Ya itu tadi, karena masalah
    “self incompability Masalah ini, akan menjadi kendala dalam menghasilkan calon tetua yang homozygote. Paling tidak
    butuh waktu lama. Lewat seleksi “silang balik terpilih”, katakan sampai generasi F5. Kalau mau lebih nearly homozygote,
    sampai F8. Tetua-tetua homozygote tersebut kemudian dipakai untuk menghasilkan hibyda stabil (?).
    Bahan renungan. : Dalam rangka mencari hybrida baru (tidak harus stabil, tapi bagus), kita butuh tetua-tetua dengan tingkat
    variabilitas genotipe yang tinggi (betul ?). Kalau semua tetua homozygote (variabilitas genotype kecil), Kapan dan bagaimana
    kita akan memperoleh hibrida baru ? Apa gunanya kita menghasilkan hybrida stabil berujud Harry Portter ? Lebih baik
    dapat menghasilkan hybrida non stabil, tapi berbunga lain sama sekali dengan yang sudah ada, tinggal diperbanyak dengan
    grafting. Bagaimana metode seleksinya …..? Ayo kita pikirkan bareng-bareng …… Salam Tharie Wie www.omahijo.com
    Tharie Wie wrote: Rekans, Selfing ? Bisa diterjemahkan sebagai penyerbukan sendiri (self
    polination). Resminya, selfing merupakan penyerbukan stigma oleh polen yang berasal dari satu bunga pohon yang sama.
    Lawan dari selfing adalah penyerbukan silang atau crossing (cross polination). Yang resminya, merupakan penyerbukan
    stigma oleh polen yang dapat berasal dari bunga lain satu pohon, atau bunga lain dari pohon lain, atau bunga lain dari pohon
    jenis lain (species lain, genus lain). Hibryd pasti cross polination, tapi cross polination belum tentu hybrid.Sistem
    penyerbukan di atas memempunyai implikasi terhadap sistem atau metode seleksi tanaman.
    Semoga bermanfaat. Salam Tharie Wie www.omahijo.com
    HP Kelanjutan - GEN ABSTRAK
    Tharie Wie wrote: Rekan-rekan…Mumpung anak-anak sedang liburan sekolah, ada banyak waktu
    luang untuk berlarut-larut ketak-ketik di depan computer ( moga-moga anak paling sulung saya tidak njegadul…berikut satu
    topik yang moga-moga bermanfaat, dibuka kelas ‘kembali ke adenium’ , he..he..he.. Mungkin kita sudah terlalu sering
    mendengar kata “gen” saat berbicara masalah penurunan sifat (trait) induk ke anak. Tapi apa sih sebenarnya gen itu ? Ada
    dua konsep perihal gen, abstrak (tapi ini bukan mimpi) dan yang satu adalah konsep nyata secara fisik. Konsep abstrak
    adalah cara pandang yang dipakai saat kita bicara dan menghubungkan gen dengan sifat (trait) tertentu. Lho ? Bagaimana
    ini, kok abstrak ? Konsep gen abstrak sering dibilang orang dengan istilah gen-P, huruf “p” kependekan dari “phenotype”
    (kenampakan fisik yang dapat kita amati dari suatu organisme, sebagai efek dari keberadaan gen). Artinya, konsep ini menengarai
    keberadaan gen dari efek yang tampak pada phenotype, dan bukan dari kadaan fisik gen itu sendiri. Mirip saat kita bicara
    tentang elektron atau atom, dari efeknya semata, bukan dari melihat fisik atom itu sendiri. Siapa sih yang pernah melihat
    atom atau elektron dalam ujud fisiknya ? Tidak pernah ada yang melihat, tapi itu pasti ada. Nyatanya kita bisa
    memanfaatkan atom dan elektron, meski hanya mengenali dari efeknya saja. Demikian pula dengan konsep gen-P. Lantas
    bagaimana cara mengenali bahwa gen A mempengaruhi phenotype bunga adenium ? Amati dari sifat yang paling simple
    dulu. Mari kita belajar dari cara pak Mendel mempelajari gen. Beliau tidak pernah buru-buru, sabar dan tekun. Semua
    22
    dimulai dari detail sederhana, pilah masalah yang rumit (kadang kita sendiri yang membuat rumit sih) menjadi rangkaian
    tahapan penelitian yang saling berkaitan. Nah lo ? Aplikasi di adenium? Alih-alih mencurahkan perhatian bagaimana
    kemungkinan jadinya persilangan antara Explora x Harry Portter, beliau akan memilah permasalahan menjadi lebih
    sederhana. Misal : gen apa yang mengatur sifat flare merah pada tengah petal bunga HP dan Explora. Sifat-sifat lain jangan
    dipedulikan dulu, seperti sifat picotee pada si H Portter atau sifat urat-urat bunga warna merah di Explora. Metode yang
    sederhana : silangkan H Portter x bunga putih (Pawina misal), H Portter x bunga merah (Red Dusk misal), H Porter x Troya,
    dst, dst. Pelajari sebaran hasil pada anakan, dan sekali lagi ingat, hanya melulu amati penurunan sifat flare merah saja. Lakukan
    pula hal yang sama untuk sifat (trait) bunga yang lain, atau trait-trait lain seperti mudah bercabang, multi stem, dst, dst.
    Dari rangkaian persilangan sederhana, gabungkan tahapan penelitian menjadi rangkaian akhir menyeluruh. Saya yakin, kita
    semua akan sampai kesimpulan, bahwa ada banyak gen yang menentukan bunga adenium. Ada gen struktural, yang
    mempengaruhi intensitas pigmen, ada gen regulator yang mengatur kehadiran pigmen ditempat tertentu dalam wujud
    tertentu. Ternyata ada gen regulator yang berbeda antara yang dipetal dengan yang dicorong bunga. Ternyata ada join
    pigmentation antara warna bunga dengan warna hipokotil pada seedling, dst, dst. Suatu saat isi diskusi milis ini adalah
    cocok-cocokan, ditempatku A x B jadi ini, B x C jadi ini, akhirnya dari Adeniumania terkumpul catatan gen adenium. Semoga
    ini bukan mimpi........
    Kalaupun misalnya kita tetap tidak mampu mengenali masing-masing gen dan pengaruhnya pada sifat tertentu, dari cara
    tersebut di atas saya yakin, dapat dipakai untuk memprediksi “kemungkinan” sebaran sifat anak dari suatu persilangan
    tertentu. Dan ini yang lebih penting, sama juga dengan pentingnya kesabaran dan ketekunan. Bagaimana dengan konsep
    gen-fisik secara nyata ? Mudah-mudahan lain kesempatan dapat kita bahas. Salam dan semoga bermanfaat. Tharie Wie
    www.omahijo.com Tolong dicubit deh kalau daku sedang bermimpi …..
    Kembali ke Adenium
    "gagang klenyit" himawan.adenium@gmail.com Setuju Bos Hafidz Kembali ke adeniuam ahh... Begini saya sebenarnya mo
    tanya, tapi rasanya koq katrok pertanyaanya.. Tapi gak masalah biarin aja dah.. Kebetulan dirumah ada beberapa jenis bunga
    yang sedang mekar (venus, crimson star, arabicum putih) tapi sayang semuanya jenis yang steril jadi tidak bisa disilangkan
    dan kebinggungan mencari pollen biar cepat bisa dikawinkan...Sebenarnya bisa saja si kita cari bunga yang sudah layak
    kawin di tetangga sebelah (hmm..hmm..) tapi yang jadi masalah apakah pollen yang dipetik dari bunga tetangga tersebut
    masih segar dan layak kawin untuk dikawinkan di bunga yang steril tersebut karena aja jeda waktu yang relatif +/- 15 menit
    ====>
    1 pertanyaan lumayan untuk pagi yang cukup mendung ini.......
    2. Masih berhubungan dengan dengan pertanyaan diatas, seandainya bisa dengan jeda waktu +/- 15 menit pollen tersebut
    layak untuk dikawinkan terus waktu terlamanya kira-kira berapa jam biar pollen tersebut tetap aman untuk
    membuahinya...Ada yang pernah coba gak gimana menyimpan pollen yang baik dan benar agar setiap saat bunga yang
    membutuhkan untuk dikawinkan si Polleh ini langsung unjuk diri (seperti bank sperma upsss salah... bank Pollen) Soalnya
    kita sudah pernah memcoba mencampurkan pollen dari beberapa jenis kembang dan hasilnya, lumayan sukses tinggal
    menunggu bentuk bunganya aja mirip saya ato tetangga hehehehe..... Terima kasih...
    "pras" nice2c@gmail.com wrote : Pak Wawan, Pengalaman saya sih kalau cuma 15 - 30 menit fine2 aja. Dulu saya pernah
    polen yg pagi2 sudah diambil baru 'ditempeli' ke stigma sore hari karena lupa, tetep jadi tuh silangannya. Tapi waktu saya
    sengaja simpan sampai 4 hari (taruh di kulkas) ternyata gak berhasil, gak tau cara penyimpanannya yg salah atau memang
    umur polen yg terbatas (mungkin rekan2 yg lebih menguasai bidang ini bisa memberi pencerahan). Jadi sebenarnya bukan
    hal yg mustahil bagi rekan2 yang cuma punya sedikit koleksi untuk punya macem2 silangan. Cukup minta bunganya saja
    dari tetangga atau nursery terdekat... :p rgds pras
    Posted by: himawan.adenium@gmail.com : Dear SWN & all walah gak usah pake Pak segala nanti malah diketawai mbak
    suro... Cukup panggil Gang ato Yit wae lah (yit.yitt..yitttt.........) Seperti yang dijelaskan sama Kangmas Bagus Respati yang
    namanya steril kurang lebih seperti itulah, yaitu bunga yang tidak mempunyai pollen jadi prosentasi untuk dilakukan
    perkawinan kecil sekali kecuali kita carikan pollen dari bunga yang banyak pollenya.......... Betul gak si Para Suhu mohon yang
    kurang ditambahi lagi biar lebih rame....
    Send bijis
    Bagi yang sudah pernah atau sedang melakukan pertukaran bibit berupa biji/benih melalui pos pasti pernah mengalami
    kesulitan cara mengemasnya. Apalagi jumlahnya cuma sedikit cuma 20-30 biji bagaimana caranya?.
    Benih yang cuma sedikit itu jika dikirim melalui amplop begitu saja pasti akan berisiko pecah akibat tertekan atau tertindih
    sesuatu. Seorang teman dari Thailand pernah mengirim kepada Saya 13 biji adenium yg terdiri dari berbagai macam cultivar.
    Caranya cukup sederhana tapi sangat patut untuk ditiru, yaitu:
    1. Ambil potongan dus bekas kemasan barang elektronik atau bekas mie instan.
    23
    2. Biasanya dus tersebut berwarna coklat dan terdiri dari tiga lapis. Lapisan yang tengah berbetuk gelobang-gelombang.
    Gelombang-gelombang inilah yg dapat dimanfaatkan untuk menaruh biji.
    3. Potongan yg diperlukan relatif tidak terlalu besar, cukup ambil sebesar tidak lebih dari ukuran kartupos.
    4. Lalu sayat dengan menggunakan cutter searah lajur gelombang2 tersebut, sayatan jangan sampai mengenai tepi
    potongan dus. Jangan memotong melintang. Ingat jangan menyayat sampai tembus ke belakang. Hanya lapisan
    pertama saja yang disayat.
    5. Buat sayatan sebanyak yang anda butuhkan. Lalu isi kolom-kolom dengan biji adenium yg hendak anda kirim ke
    teman anda. Untuk menghindari bunyi 'keclek-keclek', sumpal ruangan kolom yang kosong dengan gumpalan tisu
    atau kertas.
    6. Tutup dengan solatip pada bagian sayatan dan tepi kiri dan kanan dus, agar biji tidak tumpah.
    7. Lalu masukan ke amplop tertutup dan siap dikirimkan ke teman anda.
    8. Selamat mencoba.
    ;================== ( new file) ==========================
    Pods pecah sebelum waktunya
    Bang Odoy < bang_odoy_nursery@...> wrote: Dear Pras, Aku ndak pake novelgro, hal itu juga terjadi pada beberapa
    Adenium ku, aku juga menanggap ini hanya proses alam, setidak nya tumbuhan sendiri sehat2 aja, bunga pun tak layu,
    memang cuaca panas kali ini memang agak luar biasa, hujan yang tiba2 datang juga jadi salah satu faktor terjadinya hal itu.
    Setiap habis hujan aku sempatkan menyirami daun agar debu yang dibawa hujan tidak menempel didaun terlalu lama dan
    tanaman bisa kelihatan bersih kembali. Saya juga sedang berharap semoga Mbak Thari dapat menjelaskannya secara ilmiah,
    sehingga perbendaharaan ilmu kita ikut bertambah. BJ
    pras wrote: Makasih atas sharingnya bang. Tp yg masih bikin saya bingung kenapa dalam 1 pohon hal ini cm
    terjadi pada beberapa pods sementara yg lainnya sehat2 saja. Sementara ini beberapa pods saya coba 2 macam perlakuan
    (daripada busuk sia2); beberapa pods saya buang/potong bagian ujung yg kering kemudian saya beri fungisida, sebagian
    lainnya bekas potongannya setelah dipotong dan diberi fungisida saya tutup pakai tetesan lilin. Siapa tahu ada efeknya... :p
    Btw, msh sering ke Fendi bang? Waktu saya main ke SumBat gak ketemu nih. Rgds . pras
    Thari wrote : Hello All...Pak pras, benar semua apa kata Bang Haji dan Mas Fendi. Hujan panas mempengaruhi
    kelanggengan pod buah adenium. Supaya afdol, berikut sunah-nya :
    1. Awal musim panas ditandai dengan kondisi lingkungan yang mulai panas dan kelembaban relatip tinggi. Kondisi ini
    merupakan sarana ideal tumbuhnya jamur. Tak terkecuali pada buah adenium-pun dapat ditumbuhi jamur.
    2. Buah adenium termasuk kelompok buah klimakterik. Laju respirasi yang tinggi akan mempengaruhi kecepatan
    pematangan buah. Pada saat musim hujan, rata-rata buah adenium akan matang pada umur lebih dari 90- 00 hari,
    sedangkan di musim panas akan matang pada kisaran umur 80- 90 hari.
    3. Tanaman hanya dapat menghasilkan buah dan mematangkannya, sebatas pada banyaknya pasokan hasil asimilasi.
    Luka (mis : kena penyakit), laju respirasi, dan beberapa faktor lain (mis : kekurangan nutrisi) akan menginduksi kerja
    horman (zpt) etilen dan asam abisat dalam proses absisi dan perekahan polong buah adenium.
    Dalam kasus Pak Pras, saya cenderung mengatakan adanya serangan jamur pada buah yang menyebabkan gugur. Hal ini
    ditandai dengan semakin melebarnya bercak coklat yang melebar seiring dengan pertambahan waktu.
    Jumlah set biji atau buah adenium ditentukan sejak awal perkembangan ontogeni tanaman (7 – 14 hari pertama sejak
    fertilisasi). Jadi menurut hemat saya pemakaian Novelgro sepanjang musim buah adalah pemborosan. Kalaupun ingin
    maksain pakai hormon, maka hormon auksin dan giberelin akan lebih tepat untuk pertumbuhan buah. Anyway pemakaian
    hormon buah untuk adenium menurut saya tetap saja pemborosan.
    Nutrisi dan perawatan yang baik sudah lebih dari cukup untuk menghasilkan buah adenium yang prima, seperti apa kata
    Bang Haji. Demikian pak Pras dan rekans, semoga bermanfaat. Untuk Bang Haji dan Mas Fendi jangan terlalu merendah
    begitu lho, nanti bisa bongkok. Thari. www.omahijo.com ( sekali lagi... dalam perbaikan.. )
    Zai Regar wrote: Mbak.. apa sama jawaban untuk pertanyaan kenapa obesum dikawinin sama arabicum, buah
    suka pecah dan gugur sebelum matang ? zai
    td althari wrote: Dula awalnya saya pikir hanya di tempat saya yang "trouble", ternyata dari teman-teman
    juga melaporkan hal yang sama. Pernah saya semprot "ProGibb" (Rp27.500,-/botol isi 30 ml) dosis 1 cc/liter, beberapa pod
    bisa "mateng po'on". Tapi saya kurang yakin signifikansi perlakuan tersebut. Entah karena kurang atau justru terlalu tinggi
    konsentrasi giberelin dengan dosis tersebut di atas. Habis pada kemasan ProGibb tidak mencantumkan konsentrasi
    kandungan hormon giberelin. Sampai sekarang saya belum mencobanya lagi, arabicum di rumah kena korban "pengapuran"
    2 bulan yang lalu. Atau Bang Zai mau mencobanya di Medan ? saya tunggu perkembangannya……. Thari Wie
    24
    Zai Regar wrote: Trims mbak.. tak cari dulu ProGibb di sini.. kalau gak ada ketemu baru minta tolooooong ya
    mbak :) Lain kali pengen coba lagi ngawinin arabicum (induk jantan) dengan obesum (induk betina) dari jenis yang bongsorbongsor
    (deang anant, dll).. barangkali obesum bongsor bisa tahan sama si-arab :-)
    Oya.. Hal yang sama (pecah sebelum matang) beberapa kali terjadi pada silangan deang anant sebagai sumber serbuk sari
    (karena punya pollen yang banyak, jadi suka kawinin dia).
    Si mbak ga suka pula kasi pestisida ya.. saya mau nanya nih teman2.. apa ada pengaruh penyemprotan akarisida pada
    kegagalan pod berkembang. Sebelumnya saya ada beberapa kali menyemprot akarisida untuk ngendalikan kutu daun. Zai
    td althari wrote: Bang Zai...Daeng Anant itu polyploid, bang. Aku carikan ProGibb tapi carikan aku kolchisin
    ( tapi merk dagangnya aku nggak tahu ) ya...Aku mau bikin polyploid yang banyaaaakkkkkk...Thari Wie
    Zai Regar wrote: Wah menarik nih.. saya pengen coba.. Ada pernah iseng ikut-ikutan kawan periksa ke sinse
    di Kalbar, sinse bilang aku ini kena rematik..biarpun ga merasa :) sempat tuh di tusukin puluhan jarum di kedua kaki lalu
    disetrum.. kemudian dikasi obat2 yang direbus baunya wow.. ga tahan - kali aja herba itu colchicine juga.. (colchicine
    diekstrak tumbuhan herba).
    Kalau hasil perkawinan daeng anant jadi triploid si daeng gak bisa punya cucu dong mbak :-)(anaknya bakalan mandul)
    Kebetulan malam ini sehabis chit-chat via SMS dengan bung Fendi.. aku liat sepasang pod daeng anant udah merekah.. tak
    kutip sekalian :-) sayang bijinya cuman dikit, barangkali kurang hot tuh saat menyerbukinya :-)
    Pertanyaan : Apa adenium hibrida berbunga gede karena poliploid ? kalau ya.. buruan cari kolkisin biar mbak Thari bikin
    'super first day', 'super bright candy', 'super red jardine', 'super red ferrari' atau super diganti the big atau gede => 'the big
    first day' atau 'first day gede' he he he.. yg terakhir ga cocok ya :-)
    td althari wrote: Butuh kearifan lokal untuk menyikapi si triploid nich Bang… Bang Zai , Pak Lutfi dan
    rekan-rekan, ini sedikit artikel tentang colchicine. Silakan di coba, dan bikin sebanyak-banyaknya adenium tetraploid. Nanti
    aku tinggal "kulakan" dari Medan, Makasar dan lain-lainnya..Salam. Thari Wie
    Zai Regar wrote: Thanks Mbak.. Oya deang anant poliploid rupanya.. tapi bisa di kawinkan juga lho (sy pakai
    juga sbg induk betina).. biarpun banyak rontok..
    Kolkisin masih buta nih.. ntar sy juga nyari.. bisa gak pakai obat rematik paten ColBenemid, atau yang generik - Colchicine..
    Kalau bisa tuh tak coba.. cuma belum tahu nih caranya.. berapa dosisnya.. diaplikasi ke mana ? dan prosedurnya bagaimana ?
    Ntar search di google dulu.. :-) Sekedar info tentang poliploid http://id.wikipedia.org/wiki/Poliploidi Salam Zai
    td althari wrote: Bang Zai...Aku pernah cari colchicine-generik di Jogja tapi sulit. Tak cobanya cari yang
    paten. Tapi Bang Zai nggak sedang kena rematik to…
    Untuk aplikasinya :
    Pake cotton bud dioleskan di tunas baru. Dosisnya silakan dicoba-coba karena konsentrasi dan durasi kontak mempengaruhi.
    Aku punya artikel ttg colchicine tapi untuk marijuana ( dijamin teler 3 bulan.. ) , besok aku attach-kan….
    Menarik juga nantinya anakan Daeng Anant itu Bang, khan jadi triploid. Daeng Anant sudah sering kusilangkan kira-kira 6-9
    bln lalu, nah sekarang tinggal tunggu laporan dari beliau-beliau yang telah menanam silangan jenis itersebut.
    Pake bahasa negeri sendiri
    Zai Regar wrote: Wah menarik nih.. saya pengen coba.. Ada pernah iseng ikut-ikutan kawan periksa ke sinse
    di Kalbar, sinse bilang aku ini kena rematik..biarpun ga merasa :) sempat tuh di tusukin puluhan jarum di kedua kaki lalu
    disetrum.. kemudian dikasi obat2 yang direbus baunya wow.. ga tahan - kali aja herba itu colchicine juga.. (colchicine
    diekstrak tumbuhan herba).
    Kalau hasil perkawinan daeng anant jadi triploid si daeng gak bisa punya cucu dong mbak :-)(anaknya bakalan mandul)
    Kebetulan malam ini sehabis chit-chat via SMS dengan bung Fendi.. aku liat sepasang pod daeng anant udah merekah.. tak
    kutip sekalian :-) sayang bijinya cuman dikit, barangkali kurang hot tuh saat menyerbukinya :-)
    Pertanyaan : Apa adenium hibrida berbunga gede karena poliploid ? kalau ya.. buruan cari kolkisin biar mbak Thari bikin
    'super first day', 'super bright candy', 'super red jardine', 'super red ferrari' atau super diganti the big atau gede => 'the big
    first day' atau 'first day gede' he he he.. yg terakhir ga cocok ya :-) Salam. Zai
    td althari wrote: Butuh kearifan lokal untuk menyikapi si triploid nich Bang. Bang Zai , Pak Lutfi dan rekanrekan,
    ini sedikit artikel tentang colchicine. Silakan di coba, dan bikin sebanyak-banyaknya adenium tetraploid. Nanti aku
    tinggal "kulakan" dari Medan, Makasar dan lain-lainnya.. Salam. Thari Wie
    Anchiels wrote: Om & tante ... pakar adenium ...sekedar usul aja neh ...soale liat2 milist ini para pakar dah
    banyak bikin jenis2 baru ..neh ...kalo dipikir2 kan karya anak bangsa tuh ...Nah .. Ngapain mesti pake bahasa org laen gitu
    kasih namanya ..Khan mending pakai Bahasa Indonesia atau bahasa daerah dari negeri kita sendiri .. biar ketahuan OM and
    tante ..kalo itu ..hasil karya .. pakar2 adenium dari Indonesia ..
    25
    Thari Wie wrote : Pak Anchiel dan rekan-rekan.. Betul apa kata Bang Zai, untuk penetrasi pasar mungkin kita harus
    mengalah dengan memakai bahasa bule dulu. Meski tidak ada jeleknya kita coba memakai bahasa kita, dengan syarat mudah
    diingat, dibaca, dilafalkan, dan senafas dengan sifat bunganya.
    Dapat kita awali dengan memboceng nama yang ada dan terkenal/mendunia, misal nama gunung, tempat wisata, sungai,
    dan lain-lain. Jangan kaget suatu saat ada nama bunga adenium, Merapi, Galunggung, Bromo, Pasir Putih, Senggigi, Sanur,
    Ngarai Sianok, dll. Kalau berwarna merah tegas dan seram bisa dinamai Samosir atau Danau Toba … he he he. Kalau lembut
    bisa dinamai Parangtritis atau Kaliurang, asal jangan mbah Marijan ah....
    Koleksi adenium pertama saya adalah Blue Hawaii dan Tan chueng Peak. Yang pertama sering saya omongkan ke temanteman,
    ini lho koleksiku. Giliran ditanya yang lainnya, kadang sulit jawabnya. Padahal Tan Chueng Peak ( jangan-jangan
    saya salah tulis juga nich.. susaahh.. ) saat itu cukup membanggakan, berdaun variegata.
    Tapi kenapa nama Moradoklok, Daeng …,kok enak saja masuk ditelinga kita ya …… ?
    Oh ya Bang ..Apa adenium hibrida berbunga gede karena polyploid ?
    Tidak selalu bunga adenium yang lebih gedhe pasti polyploid. Hybrid vigor (kegigasan yang muncul pada persilangan)
    dapat juga menghasilkan bunga gedhe.
    Polyploid biasanya akan tumbuh lebih kokoh dan gedhe karena adanya peningkatan jumlah kromosom. Misal adenium
    jumlah kromosomnya menjadi 44 dari yang biasanya 22, karena genomnya meningkat dari 2n menjadi 4 n.
    ( ah... si abang juga sudah tahu tanpa saya jelaskan ya.. )
    pras wrote:.Saya juga sdh menduga bahwa ada kemungkinan peran jamur dalam kasus saya, karena pada salah
    satu pod pernah saya temukan munculnya cendawan pada bagian yg layu/kering. Kemudian untuk mengatasinya apakah
    perlu pods yg lain saya semprotkan fungisida, kalau memang perlu kira2 jenis/nama fungisidanya apa Mbak? Rgds. pras
    Thari Wie wrote : Saya jarang sekali menggunakan fungsida…. Jadi maaf benar-benar tidak tahu merek apa yang cocok.
    Kalaupun terserang jamur, ya saya pruning saja. Maklum “misoa” pasang muka seram kalau menyangkut urusan pestisida .
    Untuk mencegah jamur, 1 bulan sekali tanaman saya semprot Calsium nitrat (unsur kapur) dan pupuk ZK (unsur belerang),
    selang-seling. Setiap habis hujan, semua tanaman biasanya saya semprot dengan air bersih, sedikit repot tapi bebas dari
    muka seram …..
    pras wrote: Ternyata dugaan saya terbukti, kemarin pagi terlihat jamur yg muncul pada rekahan pod yg
    bermasalah (gbr terlampir)..... hiks....Yang sekarang jd pertanyaan saya; pods yg tersisa (yg kering ujungnya) atau yg
    dicurigai mengalami kasus yg sama apakah layak dipertahankan atau sebaiknya dibuang saja? Rgds pras
    td althari wrote: Pak Pras... Ada baiknya Pods dibiarkan saja. Tanaman juga punya antibodi. Moga-moga
    survive..
    adenium seed
    zli key wrote: hi all setelah kita melakukan penyerbukan trus apa lagi yang harus kita lakukan apakah tanaman
    yg telah diserbukkan harus tetap kena matahari full atau ditaruh ditempat yg teduh....mungkin rekan2 ada trik2 lain setelah
    selesai kita melakukan. azli Jakarta
    "Rudi L.Tjandra" wrote: Wah, kalau soal umur aku terus terang kurang paham juga, mungkin member lainnya
    bisa memberikan penjelasan yg lebih baik. Tapi kalau batang atasnya (kita asumsikan tanaman hasil grafting) sudah cukup
    tua biasanya hasilnya bagus. Mungkin biar lebih jelas nanti aku e-mail gambarnya.
    Satu hal lagi, cara yang satu mungkin berhasil buat sebagian orang sementara buat yang lainnya mungkin dianggap sulit.
    Aku sudah coba ilmu silat kuasnya Ko Chi Lung tapi tidak berhasil. Jadi sementara ini biarlah pakai cara yang agak kasar
    dulu, nanti kalau ilmu sudah tinggi baru beralih ke cara yg lebih 'beradab'.
    Caranya David Clulow sebetulnya mudah terutama di atas kertas karena gambarnya diperbesar dgn jelas. Hanya saja ketika
    kita lihat cross section / penampang bunga yg sebenarnya baru mata ini berkunang-kunang karena sulit mencari kepala
    putiknya. Buat yg pakai kacamata minus (minus saja, bukan double focus) sebaiknya kacamatanya dibuka karena untuk
    melihat objek dari dekat tidak diperlukan kacamata minus. Tanpa kacamataini pandangan akan lebih fokus utk melihat
    dekat. Kalau kepala putiknya sembunyi di balik cone, gunting aja satu cone-nya di dekat tangkai / pangkal bunga lalu
    bersihkan getahnya. BTW aku pakai tusuk gigi (murah-meriah) utk transfer polennya. Keburu bangkrut kalo harus beli
    dental kit spt yg dipakai Clulow.
    Buat Bung Fendi, saya sudah coba sejak tahun 2000 dulu. Waktu itu ada rubrik di Trubus yang menganjurkan agar corong
    dipotong habis, lalu filamennya yg lima helai itu dimasukkan ke corong bunga lain lantas dikilik-kilik. Bisa dibayangkan
    gimana hasilnya....... Padahal itu anjuran pakar tanaman hias terkenal di Jakarta lho..
    Selamat mencoba. Kalau bunga adeniumnya berdarah-darah dulu apa boleh buat, yg penting ada hasilnya. Rgds. Rudi
    Fendi wrote : Aku juga lagi mo beli dental kit seperti anjuran David, kalo ga salah harganya sekitar Rp. 15.000,- dan alkohol
    96% seliter cuma Rp. 10.000,- Untuk yang berdomisili di Jakarta & sekitar dapat membelinya di Pramuka.
    Aku dulu juga pernah coba cara sperti itu pak... Petik satu bunga, buang semua petal/kelopaknya lalu benang sari/filamen
    di kucek kucekan ke bunga yg segar pada pohon... hahahahahaha.... salam, fendi, sunter
    26
    22 tanduk
    H Kanung wrote: Salam Kenal, Saya penggembira
    ADENIUMANIA lebih dari 1 taon. Ingin tanya pada Guru/Suhu/Ahli Adeniumologi:
    - Jika pada 1 rumpun bunga terjadi pembuahan hingga 3-4 pasang tanduk/polong, apa
    yg harus dilakukan? dibiarkan atau dipotong/disisakan 1 pasang tanduk.
    - Apakah ada pengaruhnya pada kualitas biji pada tanduk tsb jika dibiarkan saja ?
    Terima kasih semuanya. Wassalam. Kanung /Blora
    Thari wrote : Dear Friend, Mirip dengan tabulampot, penjarangan buah kadang
    diperlukan agar dihasilkan kualitas buah yang optimal. Sayang tidak ada rumus baku
    bahwa tanaman setinggi atau sebesar sekian sebaiknya jumlah buah harus sekian.
    Teorinya :
    • Fotosintat (hasil asimilasi) dari proses fotosintesa di daun atau sel-sel fotosintetik lain,
    akan ditranslokasikan ke bagian-bagian tanaman yang membutuhkan. Baik untuk
    pertumbuhan vegetatip (akar, batang, daun) atau reproduksi (bunga, buah, biji).
    Sisanya akan disimpan sebagai cadangan makanan (akar, batang, daun).
    • Organ yang butuh fotosintat senantiasa saling berkompetisi untuk mendapatkannya, apalagi bila ketersediaan fotosintat
    lebih kecil dari kebutuhan. Yang sering terjadi cadangan makanan terpaksa harus dibongkar, organ yang tidak urgen
    kadang harus dibuang (gugur atau dirontokkan oleh tanaman). Umumnya organ reproduksi (contoh saat proses pengisian
    biji) lebih dominan dalam berkompetisi dibanding organ vegetatip (pertumbuhan pucuk baru). Oleh karena itu fotosintat
    yang baru terbentuk maupun yang tersimpan, lebih dimanfaatkan untuk meningkatkan berat biji.
    • Dalam keadaan normal, laju fotosintesis (banyak sedikitnya fotosintat yang dihasilkan) dipengaruhi oleh kebutuhan organ
    yang membutuhkan fotosintat. Semakin banyak kebutuhan maka semakin tinggi laju fotosintesa. Laju fotosintesa akan
    berkurang sampai sesuai dengan kemampuan organ menerima fotosintat memanfaatkannya.
    Berdasarkan hal tersebut di atas, penentuan jumlah tanduk sebaiknya dilihat pula dari kesehatan tanaman dan sedikit
    banyaknya keberadaan sel-sel fotosintetik.
    Dalam satu pohon saya biarkan ada 30 pasang tanduk. Tanduk tumbuh bagus, kualitas ok punya, namun setelah panen,
    tanaman itu jadi klenger, pertumbuhan hampir-hampir berhenti - dorman. Rupanya tanduk-tanduk tersebut benar-benar
    menguras energi tanaman.
    Kadang juga tanaman tahu diri, kalau tidak mampu memberi energi pada tanduk-tanduk maka sebagian tanduk akan rontok
    sendiri. Hanya sayang hal ini sering terlambat, hingga tanduk-tanduk yang masih tersisa terlanjur tumbuh kurang optimal.
    Paling aman, untuk tanaman yang relatip kecil setiap cabang sekunder sebaiknya maksimal hanya ada satu tanduk. Tanaman
    yang lumayan besar, sehat maka dalam satu cabang sekunder dapat digelayuti 2 pasang tanduk.
    buah adenium
    Hallo Farika, Kebetulan saya masih on line jadi bisa langsung ngebalas emailnya, kalau buahnya tidak tumbuh sepasang ada
    kemungkinan adeniumnya kurang gizi/sehat, pupuk tetap diberikan ya , apalagi selama berbunga dan berbuah butuh energi
    lebih banyak, kalau saya sih suka memakai pupuk disemprot/cairan spt pupuk merk "Growmore "atau "gaviota "dsbnya.
    seminggu disemprot 1 kali.
    Pupuk selalu mengandung unsur2 penting NPK, jika membeli pupuk kita harus tahu penggunaannya , misalnya jika usia
    muda N nya lebih besar, jika dewasa sudah waktunya bebunga kasih Pnya yang besar. Setiap kemasan pupuk selalu tertera
    misalnya growmore 32.10.10 artinya Nnya 32, Pnya 10,Knya 10 .Kalau N nya besar untuk pertumbuhan daun,akar cocok utk
    tanaman muda.
    Adalagi growmore 10.55.10 berati Nnya 10, Pnya 55, Knya 10,Pnya 10, yang besar Pnya berarti untuk pertumbuhan bunga.
    ada juga yang N P K nya sama semua 20.20.20.Jika bingung sebaiknya memakai yang 20.20.20. Oh ya N singkatan dari
    Natrium, P Phosphat, K kalium, saya juga enggak ahli mengenai pupuk hanya baca sepintas.3 macam ini termasuk unsur
    makro, ada unsur mikronya tapi umumnya setiap pupuk sudah mengandung unsur mikro , media tanaman juga sudah
    mengandung unsur mikro/hara.
    Ini hanya garis besarnya saja, sulit menjelaskanya secara detail, tetapi jika memakai media yang betul pasti tanaman sudah
    subur, hanya sekali-kali dikasih pupuk tambahan.
    Adenium saya sebagian import termasuk bonggolnya dan sebagian besar bonggol lokal, atasannya yang import.Untuk
    bonggol sehat pasti graftingnya juga sehat hasilnya rajin berbunga.
    Saya jarang sekali melakukan penyerbukan tapi ini terjadi karena alam/serangga,tapi umumnya selalu jadi, tapi kadang2
    saya sengaja buang buahnya karena membuat tanaman jadi kurang subur karena energinya keluar untuk bunga...
    Yang dimaksud Farika lokal itu bonggolnya?, umumnya atasanya bibit import .Yang Farika beli dari toekang keboen itu pasti
    bibit import.Dan pasti jenis obesum, untuk arabicum jarang di grafting, jadi dibiarkan tumbuh seperti apa adanya umbinya
    bagus gemuk2, daunnya berbulu halus.
    Moderator kita kayaknya lebih pengalaman melakukan penyerbukan, kalau kita melakukan penyerbukan sendiri pasti
    bunganya tidk ada yg sama dengan dipasaran, karena dipasaran itu induknya jelas apa dikawinkan dgn apa sehingga
    menghasilkan bunga yang mereka beri nama. Minggu lalu saya baru mengunjungi nursery toekang keboen di
    27
    serpong.Lumayan koleksinya cukup banyak. Mudah2an Adeniumnya cepat berbunga......sehingga makin bikin penasaran
    hehehehe
    Penyerbukan
    Farika wrote:Ttg penyerbukan..., yg saya lakukan dengan sedotan berhasil kok.Awalnya kan, saya mau pake
    kuas, tapi, saya nggak yakin serbuk sarinya nempel di kuas. Kan lembut sekali...padahal permukaan bulu kuas kan licin.
    Jadinya, mendingan saya tiup pake sedotan. Eh, ternyata berbuah... itupun sudah berkali-kali nyoba :)
    Oh ya, saya tinggal di Cilacap. Di sini banyak juga yg seneng ngerawat kamboja jepang. Kalo ngelihat pohonnya, banyakan
    sih dari stek. Bunganya sih bagus. Tapi setelah ngebaca artikel Intisari ttg adenium dari Afrika, wah... ternyata lebih indah yg
    dr biji... Apalagi setelah browsing di internet...
    Di sini, ada juga yg jual kamboja jepang, hanya saja harganya terlalu mahal utk biakan stek. Jarang ada yg jual biakan dari
    biji. Entahlah, di sini harga tanaman hias sangat mahal dibandingkan di kota besar (di Jawa).
    Eh, nanya lagi nih. Kalo 2 pohon adenium berbonggol dijadikan dalam 1 pot hasilnya bagus nggak? Ceritanya mau dibonsai
    nih...Ada yg punya trik utk bonsai adenium?
    Terima kasih...
    Argy wrote: Hallo Farika dan para Adeniumania, Wah saya mau nyoba ah pakai sedotan, cuma kelemahan
    pakai sedotan, kita hanya bisa membuahi dalam satu bunga, jadi tidak memungkinkan untuk menyilangkan bunga.
    Saya sudah diberi tahu sama orang Amrik yg bernama Mark Dimmit pakar adenium di Amerika, menurut dia, tidak semua
    adenium punya serbuk sari (pollen), jika ada hanya berjumlah sedikit dan terlalu sedikit untuk penyerbukan. Jika pollen
    tidak diketemukan, maka harus dicari dari bunga adenium lain yg mempunyai pollen cukup. Makanya buah adenium cukup
    jarang ditemukan sehingga memerlukan penyerbukan buatan dengan tangan manusia.
    Mengenai bonsai, sebenarnya ada member kita yg pakar dibidang bonsai, cuma kayaknya masih 'malu2' untuk aktif di milis
    kita nih. Ayo dong Pak bagi ilmunya dong : )
    Kalau menurut saya, adenium sangat bagus untuk dibonsai. Syaratnya cuma butuh ketelatenan dan jenis pohon adenium yg
    dipilih harus punya sifat/bakat dan bentuk sudah mirip bonsai.
    Saya pernah baca di Trubus (yg terbit baru2 ini), memang ada 2 adenium yang digabung untuk membentuk bonsai.
    Penggunaan kawat aluminium juga dipergunakan untuk membentuk cabang. Untuk memudahkan pembentukan cabang,
    pohon adenium di cabut sebentar dari media selama beberapa jam dibawah matahari agar akar dan batangnya sedikit lemas.
    Jangan lama2 karena bisa mati adeniumnya. Setelah lemas baru bisa dimasukkan ke media pot kembali dan langsung diberi
    kawat. Caranya dililitkan dan diikat ke pinggir pot. Untuk bonggolnya, diberi penahan styrofoam pada bagian pangkal
    tengah akar supaya bonggol sedikit melebar/menyebar dan lebih 'mencengkram'. Selamat berkreasi, Argy-Jakarta.
    Setahu saya penyerbukan dengan sedotan biasanya dipakai dalam penyerbukan anggrek. Ralat sedikit Adenium bisa dicabut
    dan diangin-anginkan (boleh di jemur panas pagi)selama 1 minggu tidak apa2, mudah untuk membentuknya karena sudah
    layu, dan kalau bisa memakai kawat khusus untuk membuat bonsai.Kawat itu mudah diplintir/tekuk sesuai keinginan kita,
    dan diameter kawatnyapun bermacam-macam sesuai dengan besar dahannya yang akan kita lekukan.Jika masih kecil
    tentunya pakai diameter kecil juga.
    Sebagai informasi kawat itu agak mahal , kallau enggak salah harga 1 kgnya sekitar Rp.50.000an.
    Kualitas Biji dan Berapa lama biji bisa bertahan ?
    Hi all, Saat ini saya punya beberapa pot adenium lokal sementara semarak berbunga. Beberapa saat yang lalu di awal-awal
    mulai berbunga, saya sudah coba menyerbukkan dengan menggunakan bantuan kuas kecil yang dibasahi. Umur bunga
    untuk diserbukkan antara 2-4 hari setelah mekar.
    Menurut buku Octa Sugih, terbitan Trubus, jika mahkotanya sudah jatuh dan terdapat titik hijau itu pertanda penyerbukan
    berhasil. Namun beberapa hari kemudian tangkai buah tersebut makin mengecil akhirnya layu dan jatuh. Sudah lebih satu
    bulan saya coba serbukkan dan masih mengalami hal seperti itu. Sehingga sampai saat ini saya belum mendapatkan bakal
    buah dari sembilan pot adenium lokal saya. Mohon petunjuk bagaimana cara dan teknik yang paling tepat untuk
    membuahkan adenium lokal tersebut. Mungkin Mas Faries, Bu Wellisia
    "Mamat" wrote: Hi,...Adenium lokal saya pembuahannya cukup bagus :) tapi pembuahannya alami... sepertinya
    semut2 hitam bagus utk jadi mak comblang :) Dari 1 pot saya perhatikan ada 5 bunga yang bakal jadi buah.. tapi gak tau apa
    berhasil sampai matang nanti. saya juga belum berhasil menjadi mak comblang utk adenium..sepertinya pakai kuas masih
    terlalu besar utk bisa masuk sampai ke putik. kemaren dari topik cara memperbesar bonggol disebutkan bahwa kualitas
    bonggol juga ditentukan dari pemilihan biji... secara kasar kita dapat memilah biji jadi 2.. yg gemuk dan yg kurus...
    Pertanyaannya..
    1. Apakah biji yg gemuk lebih baik dari pada biji yg kurus ??
    2. setelah matang (kering) berapa lama biji tersebut bias bertahan ??
    beberapa waktu lalu saya menyemaikan puluhan biji kiriman teman tapi sampai hari ini ternyata gak satu pun yg berhasil
    menjadi tunas baru.. dan saya periksa biji2 tersebut ternyata menjadi busuk.. tadinya saya mengira media tanam dan faktor
    28
    cuaca tapi biji adenium lokal dari pot sendiri yg saya semai ternyata tumbuh dengan baik... apa mungkin pengaruh dari
    umur biji tersebut ? salam, Mamat.
    budilovesnana wrote: Beberapa jenis biji2an akan lebih bagus persentase perkecambahannya bila
    sebelum disemai direndam dulu dgn perangsang tumbuh semacam Atonik lalu selama dipersemaian diberi sungkup plastik
    transparan utk menjaga kelembaban. Apakah hal ini juga akan membantu bila diterapkan pada biji adenium?
    Menurut saya tidak perlu pakai atonik. Sebelum disemai direndam air biasa selama 1-2 jam bisa membantu perkecambahan.
    Betul, naungan selain menjaga dari tampiasan hujan juga membantu menjaga kelembaban yg diperlukan untuk
    perkecambahan. Atau teman2 lain yang sudah pengalaman bisa jawab. Thanks sebelumnya.
    buah adenium
    Hallo Farika,Kebetulan saya masih on line jadi bisa langsung ngebalas emailnya, kalau buahnya tidak tumbuh sepasang ada
    kemungkinan adeniumnya kurang gizi/sehat, pupuk tetap diberikan ya , apalagi selama berbunga dan berbuah butuh energi
    lebih banyak, kalau saya sih suka memakai pupuk disemprot/cairan spt pupuk merk "Growmore "atau "gaviota "dsbnya.
    seminggu disemprot 1 kali.
    Pupuk selalu mengandung unsur2 penting NPK, jika membeli pupuk kita harus tahu penggunaannya , misalnya jika usia
    muda N nya lebih besar, jika dewasa sudah waktunya bebunga kasih Pnya yang besar. Setiap kemasan pupuk selalu tertera
    misalnya growmore 32.10.10 artinya Nnya 32, Pnya 10,Knya 10 .Kalau N nya besar untuk pertumbuhan daun,akar cocok utk
    tanaman muda.
    Adalagi growmore 10.55.10 berati Nnya 10, Pnya 55, Knya 10,Pnya 10, yang besar Pnya berarti untuk pertumbuhan bunga.
    ada juga yang N P K nya sama semua 20.20.20.Jika bingung sebaiknya memakai yang 20.20.20.
    Oh ya N singkatan dari Natrium, P Phosphat, K kalium, saya juga enggak ahli mengenai pupuk hanya baca sepintas.3 macam
    ini termasuk unsur makro, ada unsure mikronya tapi umumnya setiap pupuk sudah mengandung unsur mikro , media
    tanaman juga sudah mengandung unsur mikro/hara.
    Ini hanya garis besarnya saja, sulit menjelaskanya secara detail, tetapi jika memakai media yang betul pasti tanaman sudah
    subur, hanya sekali-kali dikasih pupuk tambahan.
    Adenium saya sebagian import termasuk bonggolnya dan sebagian besar bonggol lokal, atasannya yang import.Untuk
    bonggol sehat pasti graftingnya juga sehat hasilnya rajin berbunga. Saya jarang sekali melakukan penyerbukan tapi ini terjadi
    karena alam/serangga,tapi umumnya selalu jadi, tapi kadang2 saya sengaja buang buahnya karena membuat tanaman jadi
    kurang subur karena energinya keluar untuk bunga... Yang dimaksud Farika lokal itu bonggolnya?, umumnya atasanya bibit
    import .Yang Farika beli dari toekang keboen itu pasti bibit import.Dan pasti jenis obesum, untuk arabicum jarang di grafting,
    jadi dibiarkan tumbuh seperti apa adanya umbinya bagus gemuk2, daunnya berbulu halus.
    Re: u/ Farika - Tentang Pollen
    "Farika" wrote: Mas Argy, kalo saya baca tulisan di internet ttg bunga adenium & penyerbukannya... katanya
    nggak mungkin pake sedotan... soalnya nggak mungkin terjadi penyerbukan dalam 1 bunga. Mungkin buah adenium saya
    kemarin tuh dibantu serangga, kali, ya... Bunga2 yg lain ada yg berbuah, tapi terus tidak berkembang dan gugur.
    Ada yg keluar cuma 1, yg sebelah tidak muncul sama sekali. Sekarang saya coba penyerbukan antar bunga. Semoga yg ini
    berhasil :) > Terima kasih artikel2nya... Farika
    argy wrote : Farika dan para adeniumania, Berdasarkan keterangan para pakar, bunga adenium adalah bunga yang komplit.
    Dalam satu kuntum terdapat alat kelamin jantan dan betina.
    Yang jadi masalah alat kelamin jantan (serbuk sari atau pollen) sering kali tidak tumbuh dengan baik dan bahkan untuk
    beberapa jenis adenium tidak mempunyai serbuk sari sama sekali alias mandul. Jadi harus dicarikan ke bunga yang lain.
    Menurut saya mungkin saja dengan sedotan bisa, tapi probabilitanya sangat kecil. Lagipula serbuk sari ini terlindungi perisai
    yang berbentuk corong kebalik. Corong ini harus dibuka dengan cara benang2 yg berjumlah 5 itu dicabut, dan corongnya
    diremas2 sedikit. Yang penting dalam penyerbukan adalah bagaimana si serbuksari ini bisa menempel ke kepala putik
    (stigma) pada waktu yang tepat (dimana si serbuk sari dan si stigma dalam keadaan sehat, akil balig dan siap kawin). :-) Saya
    jadi ingat pelajaran biologi waktu dulu di SMP.
    Terus mengenai serangga yg melakukan penyerbukan tidak bisa dilihat disiang hari, karena dia tergolong 'Penerbang
    Malam'. Serangga tersebut berupa sejenis ngengat. Masalahnya jenis serangga ini tidak selalu ada di halaman kita lagi pula
    bunga adenium tidak mempunyai wangi dan cairan madu yang dapat menarik serangga untuk datang.
    Saya juga masih mempelajari dan berlatih penyerbukan, masalahnya waktu, sumber daya dan faktor 'luck' kadang tidak
    mudah didapat. Bener-bener deh penyerbukan ini memang dibilang tidak mudah, tapi bisa dilakukan! Salam. Argy
    Tanya biji adenium kepek....
    suroto wrote : Saya mau tanya biji adenium obesum yang saya punya bijinya kok kempes / kepek penyebabnya apa ya?
    terima kasih. suroto
    ToNnY aDeSiDJo wrote: Yang di sebutkan mas Thomas benar , saya tambahkan saja berdasarkan
    pengalaman saja.Beberapa hal yang menyebabkan biji kempes ..
    29
    1. Biasanya para hand pollinator suka lupa akan unsur yang satu ini . Media .. Apakah media anda dirawat secara berkala ?
    penggantian media idealnya adalah minimal 3 bulan 1x dan maksimal 6 bulan sekali . Lebih dari itu berdasarkan pengalaman
    saya , panen tidak akan maksimal.
    2. Usia tanaman juga menjadi faktor. Namun inipun bukan menjadi suatu pedoman , usia tanaman 6 - 8 bulan pun dapat
    menghasilkan hasil maksimal . Seeds sehat dan berisi dgn germinate rate yang tinggi.
    3. Hand pollinate yang berlebihan dalam artian sedang semangatnya melakukan HP sehingga lupa nomer 1 & 2 . Satu batang
    di paksa dgn lebih dari 2 seedpods . Masa sih nggak boleh ?? jawabnya di nomer 1 & 2 . Saya dan beberapa rekan pernah
    mencoba melakukan HP dgn over limit , Supply makanan terpenuhi , Usia tanaman Ok .. panas Ok .. semua OK . Hasil
    maksimal . namun setelah panen tanaman terlihat stress dan akhirnya dorman . Setelah itu kerja keras lagi agar pulih.
    Sekarang yang stress yang punya .. gantian
    4. Seedpods belum matang sempurna. Kokoh Fendi dulu punya inovasi membuat jaring , dgn dipasang jaring jadi tidak perlu
    pusing jika matang seeds akan terbang kemana mana . Cukup di sungkup , tangan tidak iseng pencat pencet .. aman.
    Terkadang untuk pertama kali , hasrat menggebu gebu .. jadi sering dipegang , dipencet dan begitu kuning dianggap sudah
    matang dan dipanen paksa . Sabar subur , subur sabar ..
    5. Saat panen , biji dikeringanginkan .. Bukan dijemur di terik panas matahari.. Biasanya akan menjadi kempot jika terlalu
    panas . Ini juga sering terjadi dan sering ditanyakan ..
    6. Setelah panen jangan langsung ditaruh di dalam plastik tertutup . Baca No.5 .. mengapa ? karena masih adanya unsur air
    yang tersimpan di biji . Jika langsung ditempatkan di plastik tertutup , jaminan mutu biji akan kempos dan berjamur karena
    terlalu lembab. Cukup letakkan di atas kertas , taruh di dalam rumah juga no problem .. awas..salah salah disangka wijen .
    7. Saya sempat diajarkan bahwa bakal seeds itu sebagian terisi hormon auksin dan giberelin .2 unsur ini dihasilkan oleh yang
    namanya karbohydrat. Logika .. Supply karbohydrat terpenuhi .. cengar cengir , bakal biji sedikit makannya terpenuhi..
    Ikut Om GK sekali kali .. .. yang penting sehat , Siram air beras , hasil ?? .. lihat sendiri, Preketek dgn ilmiah.
    8. Terakhir seleksi biji yang anda hasilkan , tekan perlahaaaaaaaannnnn ( sangat pelan , power 15 % ) .. Jika bernas atau terasa
    berisi , yakinlah .. seeds sehat. Tahap selanjutnya penyemaian , perawatan .. Rendam air sebelum nyemai , kasih fungisida
    ?? ... kata Om Njos dan masku .. wis mudah kok digawe repot.Aya aya wae ... Semoga membantu ..Regards . E'kakung
    Pods pecah sebelum waktunya
    Hello All...Pak pras, benar semua apa kata Bang Haji dan Mas Fendi. Hujan panas mempengaruhi kelanggengan pod buah
    adenium. Supaya afdol, berikut sunah-nya :
    1. Awal musim panas ditandai dengan kondisi lingkungan yang mulai panas dan kelembaban relatip tinggi. Kondisi ini
    merupakan sarana ideal tumbuhnya jamur. Tak terkecuali pada buah adenium-pun dapat ditumbuhi jamur.
    2. Buah adenium termasuk kelompok buah klimakterik. Laju respirasi yang tinggi akan mempengaruhi kecepatan
    pematangan buah. Pada saat musim hujan, rata-rata buah adenium akan matang pada umur lebih dari 90- 00 hari, sedangkan
    di musim panas akan matang pada kisaran umur 80- 90 hari.
    3. Tanaman hanya dapat menghasilkan buah dan mematangkannya, sebatas pada banyaknya pasokan hasil asimilasi.
    Luka (mis : kena penyakit), laju respirasi, dan beberapa faktor lain (mis : kekurangan nutrisi) akan menginduksi kerja horman
    (zpt) etilen dan asam abisat dalam proses absisi dan perekahan polong buah adenium. Dalam kasus Pak Pras, saya cenderung
    mengatakan adanya serangan jamur pada buah yang menyebabkan gugur. Hal ini ditandai dengan semakin melebarnya
    bercak coklat yang melebar seiring dengan pertambahan waktu. Jumlah set biji atau buah adenium ditentukan sejak awal
    perkembangan ontogeni tanaman (7 – 14 hari pertama sejak fertilisasi). Jadi menurut hemat saya pemakaian Novelgro
    sepanjang musim buah adalah pemborosan. Kalaupun ingin maksain pakai hormon, maka hormon auksin dan giberelin akan
    lebih tepat untuk pertumbuhan buah. Anyway pemakaian hormon buah untuk adenium menurut saya tetap saja
    pemborosan. Nutrisi dan perawatan yang baik sudah lebih dari cukup untuk menghasilkan buah adenium yang prima,
    seperti apa kata Bang Haji. Demikian pak Pras dan rekans, semoga bermanfaat. Untuk Bang Haji dan Mas Fendi jangan
    terlalu merendah begitu lho, nanti bisa bongkok. Thari. www.omahijo.com ( sekali lagi... dalam perbaikan.. )
    New Sowing Technique for Thai Socotranum
    Hi Adeniumania; Here is my new sowing
    technique to make seed grow faster and being
    better Thai Socotranum form. When you
    remove the seeds from seedpods, please
    remember the seed direction following with
    the direction of seed pod joints (please see the
    attachment), opposite with seedpod noses.
    Putting the seeds in media as horizontal
    direction, not vertical like before, with
    seedpod joint down and nose pointed to the
    top. This is good tips for sowing Thai
    Socotranum to make long neck caudex style.
    Please enjoy... Cheers, Choochart S
    30
    Menyilangkan arabicum dan obesum
    November 7, 2007 at 2:28 am (Diskusi)
    Sulastama Raharja sr4harj4@yahoo. com
    Rekans, beberapa waktu lalu kalau ndak salah Mark Dimmits nulis kalau menyilangkan arabicum dan obesum adalah suatu
    yang mustahil…. nek gak salah lho… Tapi pas buka link ini, kok kayaknya dah ada arabicum X obesum yang dah berbunga,
    bahkan F2-nya yang dah berumur 4 tahun….. http://www.tucsonca ctus.org/ Adenium/hybrids_ arabicum. html .
    salam, tomo
    Tharie Wie althari_td@yahoo.com : He . he .. he itu contoh yang dinamakan pembodohan calon pesaing.Memang ada yang
    sulit, tapi tidak semua sulit kok arabicum x obesum, vice versa.Tapi ini pendapat hobiis baru lho mas. Bulan September 2007
    dari tulisan mas Tomo di milis sebelah, saya coba menyilangkan arabicum dengan B52, Red Dusk, Paradiso, First Day, etc, etc
    ….. ( foto : arabingung ) dan berhasil sampai sekarang ndak rontok. Mudah-mudahan bisa jadi bakalan “breeding line” di
    masa mendatang. Arabicum rajin berbunga bercorak lagi.
    Thanks atas sambutan rekan-rekan di milis ini. Saya masih pengin banyak belajar kok , belajar dari rekans agar perawatan
    adenium di rumah makin efektip dan efisien. Pokoknya cari cara termudah, termurah dan termeriah ……Dan agar lebih
    akrab, saya lampirkan gambar diri , biar nggak cuma kenal lewat tulisan tapi juga wajah, eh… jangan-jangan pernah ketemu
    di pasar malah sudah serempetan nabrak sisan lha kok.. nggak ngeeh juga.. Mas Fauzi, jangan hijrah ke milis lain lho karena
    saya pamer foto.Kalau diperbolehkan Boss Moderator, saya juga ingin melihat wajah teman-teman juga. Salam , Tharie Wie
    Zainuddin Siregar adeniuman@gmail.com : Masih satu genus harusnya kata “sulit” tidak diartikan mustahil/imposible. Di
    dunia anggrek perkawinan antar genus bukan hal yang anehl..apalagi masih satu species. Tanaman lain ? Saat ini sudah ada
    yang berhasil menyilang alocasia dengan colocasia yang genusnya berbeda. Ada teman kita (di aglaonema) yang bercita2
    nyilang aglaonema dengan dieffenbachia. . sayang nyilang sesama aglao juga ternyata tidak gampang tapi bukan tidak bisa.
    Hahaha.. pembodohan ya namanya mbak.. Kayaknya mbah Demit ada tambahan note kalau ga salah kira2 artinya ”paling
    tidak untuk spesimen arabicum koleksi saya” Saat itu dia gunakan arab berbunga merah. Dan lagian lagi.. tuh mbah Demit
    baru nyoba “dozen” koq.. belum tus..ratus, bu..ribu, atau jut..juta.. harusnya kesimpulan “tidak bisa” belum layak. Jadi arab
    kita masih ada chance bisa disilang dengan obesum. Horeeeee !!!!
    Lagian teman kita dah ada yg duluan nyilang.. sayang bahasan tentang itu ga berlanjut. BTW… Mudah mudahan buahnya
    jadi mbak.. dan biji2nya tumbuh dan berkembang. Aku sudah pernah (beberapa kali) nyilangin arab dengan obesum.. dari
    yang beberapa kali itu dah ada titik terang : buah jadi namun sayang kemudian buah rontok. Artinya pembuahan mungkin
    terjadi. Pengen ulang2 lagi percobaan.. sayang bunga arabicum terbatas..speciment tertua malas berbunga.. Kalau berbunga
    lagi tak coba silang dengan obesum. Gambar.. mudah2an ga dimarahin.. ini mbak..
    salam kenal , zai
    Tharie Wie althari_td@yahoo.com : Pak Doktor itu saya pikir orangnya kadang agak gimana gitoh. . Bang Zai pasti membaca
    juga alasan dia, kenapa tidak menampilkan bunga tumpuk sebagai contoh variasi bunga di site nya... which I simply don’t
    like.. tidak suka atau malu karena keduluan . He he he he. Balik ke arabicum x obesum. Saya pernah baca, ada beberapa
    penyebab gagalnya silangan model-mode interspecific, intergenerik dst, dst adalah masalah di jumlah kromosome yang tidak
    sama, andai kata pun sama ternyata masih ada masalah di kromosom homolog-nya, dan atau kromosom yang non homolog
    tidak berpasangan (CMIW).
    Tapi bukankah rekombinasi antar jenis merupakan wahana evolusi ? Alam memberi peluang terjadinya perkawinan beda
    jenis melalui mekanisme introgresi dan poliploidi Tentu saya setuju banget dengan bang Zai : Jadi arab kita masih ada chance
    bisa disilang dengan obesumâ€_. Kalau kita tidak percaya hal ini, sama juga kita tidak percaya dengan teori evolusi.
    Kira-kira yang terjadi di Thai dengan TS, RCN, PNW, BG, BK mungkin seperti ini :Entah siapa yang mulai mencoba
    mengawinkan arabicum dengan obesum, somalense, dll, dll (mereka 20 tahun lebih dulu dibanding kita). Dari ribuan yang
    gagal, eeeeeee ada F1 yang dihasilkan. Awalnya mungkin hanya dihasilkan beberapa biji yang terbentuk sempurna. Dari
    sedikit biji itu, masih beruntung ada yang fertil (biasanya perkawinan antar jenis hasilnya infertil).
    F1 fertil kemudian di back cross dengan salah satu induknya, eee …. ada yang berhasil, dan malah jumlah gamet fertil
    bertambah. Gamet ini akan menambah proporsi kromosom salah satu induknya dengan perbaikan dalam perpasangan dan
    pergerakan. Demikian seterusnya sampai ada TS, RCN, BG, dll, dll.
    Botanica Garden dan Watu Putih membuktikan, bahwa diantara selfing Thai Soco, ada turunan yang dominan karakter
    RCN, arabicum, obesum, dan bahkan ’plastik’ … nah lo ! Saya jadi ingat petuah Mr. Tan, dulu : kunci sukses dalam plant
    breeding adalah masalah KESABARAN dalam menghadapi INEFISIENSI coba lagi dan coba lagi, ulangi dan ulangi. Pemulia
    tanaman itu layaknya seorang penjudi. Harus bisa mengabungkan intuisi dan pengetahuan untuk memperbaiki
    penyimpangan- penyimpangan hasil. Dan jangan lupa, faktor yang tak kalah penting, KEBERUNTUNGAN. Kok jadi serius
    dan ngelantur ya. Please mohon dikoreksi, agar saya tidak ngelantur dan terlalu jauh dengan keyakinan saya yang salah
    Tharie Wie. Bibir Om Zai barusan di sengat lebah 2000 ekor ya..
    Sulastama Raharja sr4harj4@yahoo. com : mBak Tharie dan rekans,di dak rumah Turi juga ada satu adenium taiwan-an yang
    batal menjadi engkelan dan saat ini sedang ada tanduk. Menurut salakman bunga jantannya dari GC. Saya belum yakin
    apakah tanduknya benar-benar hasil persilangn atau karena selfing, soalnya ngembangi adenium di rumah Turi tidak
    dengan mematuhi kaidah2 ilmiah yang dulu sudah daijarkan Bang Zai ke saya. Mungkin yang sama-sama patut kita tunggu
    31
    kemunculannya (dan sampai kebun kita tentunya), aryabima van sunter yang konon merupakan persilangan GC dan
    plastic. salam,tomo
    Zainuddin Siregar adeniuman@gmail.com : Itu contoh expresi wajah pecinta adenium kalau dapat real socotranum segede
    kulkas mas… Btw.. bagaimana pengalaman mas menyilang arabicum dan varian2nya dengan obesum? Mbak Thari,Menarik
    juga bahasan opsrings dari Thai soco yang konon bermacam2 bentuk.. mbak Thari punya foto2 nya ? Wak tom termasuk yg
    punya banyak seedling TS ini.. bisa sumbang gambar.. salam zai
    Tharie Wie althari_td@yahoo.com : Mas Tomo,Kebetulan disini ada pak Tetra dkk dari daerah timur, jagonya arabicum,
    plastic dll. Saya juga malah ingin tanya tentang plastic di forum ini ;
    1. Apa ciri utama hingga dapat disebut plastic ?
    2. Benarkah adenium plastic itu ada lebih dari satu macam ? Kita tunggu si Aryabima, pasti menarik. Kenapa mas Fendy
    tidak kita ajak bergabung di sini sekalian ? Tharie Wie, www.omahijo. com
    Tharie Wie althari_td@yahoo.com : Porsi breeding bonggol jadi jatah WP dan BG (saya cukup bunga saja). Besok aku fotoin
    off-spring nya kalau dolan kesana lagi. Mudah-mudah belum laku …… (lebih banyak dagangnya … he he he he, breeder
    Sukarno - Hatta) Satu lagi yang aneh bang, pas dikirimi laporan hasil ”selfing” plastic kok punya segregasi fenotip 15 non
    plastic : 1 plastic. Makanya aku nanya ke para ahli plastic (rombongan zona wetan, termasuk yang di Balikpapan), apa sih
    yang membentuk ciri plastik ? Kok punya sebaran mirip “duplikasi epitasis dominan”. Aneh kan ? Tharie Wie
    Janny H.F. Rotinsulu jannyhfr@yahoo.com : Hallo bu Tharie, Kalo tukang palak seperti saya yang mimpi jadi peneliti, yg
    sering mengandalkan intuisi dan “sok tahu” susah dibilang penjudi….lebih suka dibilang orkestrator adenium.
    Hehehehehehehe. .. nemu cryspum…langsung disobek sobek dan dibelah belah…. berharap dapet bunga impian.
    Ngomong-ngomong soal arabicumxobessum. … (wuiihh gaya kayak mo ngasih penjelasan). … mau nanya, Apakah mungkin
    dari sekian arabicum maupun obessum dalam satu kebon itu terjadi penyilangan (red: selfing - bener gak istilahnya)? ,.. yg
    tanpa disadari dan menghasilkan bibit Arabicum maupun obessum dengan berbagi sifat tadi. Setelah seedling2 ini
    tumbuh dan tersebar di seantero Indonesia kemudian orang-orang mulai melakukan Hand Polinasi. Sifat sifat yang dibawa
    dari penyilangan pertama tadi itu apakah mungkin mengakibatkan kecenderungan jenis jenis ini semakin mudah berkawin
    silang?..
    Kalau mau jujur…. sebenarnya masih takut untuk open (takut digugat secara ilmiah - apalagi setelah baca statement pak
    Dimit - apalagi bang Tomo sempet kaget waktu aku bilang ngawinin Arabicum dengan Obessum) dan pohonnya baru di
    share ke satu orang saja (hayo ngaku). Dari 160 biji arabicum yg saya tebar tahun 2002 (hasil panen sendiri pada 3 pohon) ada
    beberapa saja yang mati. Dari semua yang jadi ada satu yang menunjukkan gejala kelainan…
    Ini lagi masalahnya saat itu adenium belum jadi pilihan utk di jadikan object foto…. .. tapi itulah dasar bukan peneliti jadi
    nggak ada record yang rapi dan baik.
    Balik ke arabicum… satu bibit yang kelainan itu menunjukkan ciri dominasi… tumbuh sangat cepat daun besar besar dan
    dalam waktu 2 tahun sudah sangat rajin berbunga… tapi rontok pada awal awalnya dan hanya satu aja yg berhasil mekar.
    Sama bang Tomo bunga itu dinamai Daeng Kawanua… Mungkin bang Tomo bisa bantu mengamati daunnya terus
    dicocokan dengan Arabicum Yaman (dulu kenalnya cuman Yaman). Juga perhatikan pola tumbuhnya (sering jadi “wortel”
    kalau di grafting ke batang tunggal.) hehehehehehehe. Sudah coba di setek dan dari 6 setekan 1 saja yang melebar dan
    bercabang banyak , yang lain masih lurus lurus saja tapi bongsor. Makasih sekali sudah mengangkat bahasan ini jadi berani
    ngomongnya.. .. Salam Janny , PS: Wachout DK….bakal gundul kamu… Sekarang Arabicum yang dikawinkan dengan CV..lagi
    bertanduk tanduk dan belang belang (kalau ini datanya lengkap)…
    Sulastama Raharja sr4harj4@yahoo. com : Bang Janny dan rekans,saya malah baru tahu kalau daeng kawanua mungkin
    merupakan silangan arabicumxobesum,Kemarin dah berbunga, bunganya lembut terkesan feminin, kontras dengan
    sosoknya yang kekar. sayang ndak sempat ngambil gambarnya.Di rumah Jogjess, tanaman ini dah di graft ke bonggol D ..
    lumayan buat punya2an….
    Tharie Wie althari_td@yahoo.com : Wuah bang Janny terlalu amat sangat merendah. yang mimpi jadi peneliti, yg sering
    mengandalkan intuisi.
    Pemuliaan tanaman = intuisi + pengetahuan + keberuntungan. Sementara itu pengetahuan = pengalaman = knowlegde. Bang
    Janny punya semua itu. Apalagi kebunnya juga luas… (saya lihat foto yang dikirim di milis sebelah), artinya â€oepeluang
    kejadianâ€_ menjadi lebih besar.
    Apakah mungkin dari sekian arabicum maupun obessum dalam satu kebon itu terjadi penyilangan ? Alami ?
    Mungkin sekali. Dan bisa jadi itu campur tangan Invisible Hand yang sedang melimpahkan hidayah Nya. Keberuntungan
    justru menyertai penemuan-penemuan besar. Newton + buah apel, Alfred Nobel + batugamping, Archimedes + bak mandi,
    Pasteur + jamur, dll, dll
    Fokus + dedikasi, pasti dekat dengan keberuntungan.. he he he he, kata pak ustad di pengajian bulan puasa kemarin lho.
    Kalau mau jujur…. sebenarnya masih takut untuk open (takut digugat secara ilmiah -)
    Hemat saya, ahli pertanian, biologi etc yang justru mencari tahu dan menjelaskan secara ilmiah atas apa (fenomena) yang
    diketemukan orang awam seperti kita ini. Bukan malah memagari dan meruntuhkan semangat mencoba kita yang awam ini.
    Moral cerita : Jangan pernah berkata tidak.
    32
    "Janny H.F. Rotinsulu" wrote: Bu Tharie, postingan kebon di milis sebelah itu de Javu ajahh.
    hehehehehhehehehe ada yang usil soalnya. Waduh jadi overwhelmed nihh.... hehehehehee... Bu Tharie.... kesempatan nih...
    biar lebih scientific melakukan HP ada kiat kiat dan aturan yang harus di lakukan gak?
    Maksudnya biar lebih Disiplin. Moral cerita : Jangan pernah berkata tidak. Ini sudah pasti ....apalagi di kasih gothic 30cm
    Tharie wrote : Nah …… Saya tidak tahu segi scientific HP itu ada dimana. … suwer deh. Asal bisa diulang dan dilakukan
    sipapun dapat memberikan hasil sama (CMIIW).
    Hemat saya itu hanya mekanisme yang menjamin hanya dan hanya bila polen yang kita maksud benar-benar hanya yang
    membuahi stigma yang juga kita maksud. Atau stigma yang kita maksud benar-benar hanya dan hanya bila dibuahi polen
    yang hanya kita maksud. Hah .., jelek amat kalimatnya …. ya ? Dah itu saja.… hi hi hi. Pasti berlanjut mekanisme nya
    bagaimana ?
    Jawabnya simple. Mata harus bisa menjadi saksi, bahwa polen dan stigma yang hanya kita maksud benar-benar bersatu.
    Proses selanjutnya biar terserah mereka berdua, masak harus ditungguin ……
    Gambar di bawah adalah peralatan yang saya pakai untuk HP. Dari semua peralatan itu yang terpenting adalah :
    1. Head Lamp, supaya yang diintip jadi terang
    2. Hand loupe perbesaran 10 X, lebih dari cukup memperjelas yang kita intip.
    3. Alkohol untuk membasuh ujung alat polinator diantara HP yang satu ke HP yang lain, agar polen lain yang masih
    menempel benar-benar tewas. Ingat pembuahan hanya butuh satu polen yang mampu tumbuh membentuk “tabung polen”
    di stigma
    Polen calon bunga betina dihilangkan dulu sebelum dibuahi, tutup
    kantong plastik sesudah dibuahi, untuk menambah keyakinan
    bahwa memang bijih yang akan terbentuk benar-benar berasal dari
    stigma dan polen yang dimaksudkan.
    Tapi langkah terakhir ini sekarang tidak lagi saya lakukan. Dengan
    pertimbangan, kalau memang adenium demikian mudahnya terjadi
    pembuahan, entah itu stigma dengan polen pada satu bunga atau
    dari polen lain yang dibawa angin atau serangga, tentu adenium di
    kebun sudah pada berbuah. Nyatanya dari sekian ribu bunga (bukan
    sekian ribu tanaman) belum tentu 3 bulan sekali kita mendapati adenium berbuah sendiri secara alami. Artinya pekerjaan
    menghilangkan polen ditambah pembungkusan kantong plastik, nilainya tidak lebih dari 1 % dalam menjamin pembuahan
    yang tidak kita kehendaki (Maunya bastar, malah diperoleh “bastard seed”). Kira-kira bener tidak pernyataan ini ? (CMIIW
    donk). Tapi kalau mau yakin 100 % , ya lakukan saja, toh tidak ada salahnya, cuman agak capek juga.
    Bagaimana cara biar lebih disiplin ? Buat suatu sasaran tertentu. Kira-kira kita mau apa dengan HP tersebut, sekedar bikin
    bijih adenium atau mau bikin bunga baru ?. Jangan terlalu sulit dalam menentukan tujuan. Jangan FILO, supaya tidak patah
    semangat di tengah jalan.
    HP saya bagi menjadi dua kelompok. 1) Kelompok improvement dan 2) Kelompok unik. Tentukan skala prioritas masingmasing
    kelompok, buat suatu matrix, pilih yang hendak kita laksanakan. Matrix berisi : 1) ide arah penyilangan, 2) kondisi
    kompetisi ke arah itu, 3) kemungkinan penerimaan orang/pasar nantinya, 4) Tingkat kesulitan genetik.
    Mirip analisa SWOT dalam pelajaran analisa investasi.
    Saya yakin, sasaran tertentu membuat kita lebih disiplin dan tertantang. Paling tidak kita ingin membuktikan hipotesa kita.
    Paling tidak bukan sekedar menjadi rutinitas ceblok sana-ceblok sini yang membosankan. Paling tidak kita jadi rajin mencatat
    apa yang telah kita lakukan. Tanpa catatan itu, hemat saya HP menjadi tidak ada artinya.
    Waduh ….. maaf bang Janny dan rekans, jadi ngelantur ……….. maaf, maaf. Tharie Wie www.omahijo.com nya sementara
    dalam perbaikan. Bolehlah gothic nanti saya graftingkan, sekalian melunasi hutang grafting yang sama buat bang Zai … he
    he he he.“ Om Janny kalau untuk Gallo kadonya gak mau yang digrafting ,.. gak asyik..!!!” ha..ha..ha..
    Akhirnya Tanduk Berkembang
    oleh Zainuddin Siregar adeniuman@gmail.com : Bulan Februari 2007 cabang kecil bunga Crimpson Star
    (CS) yg digraft ke cabang obesum (kamboja lokal) berbunga kemudian bunga disilangkan dengan Scarlet
    o Hara (SOH).. pembuahan berhasil ditandai dengan tangkai bunga yg tidak rontok dan bakal buah
    masih segar, sampai daun rontok tinggal bakal buah dorman seperti tdk ada perubahan. Padahal sepal
    dah dilebarin biar bakal buah ter eskpos matahari. Sedangkan teman2nya yang sama2 diserbuki telah
    pun dipanen di bulan mei-june.
    Surprise.. awal september (7 bulan kemudian) tanduk mulai terbentuk dan tumbuh sangat cepat, makin
    hari makin besar.. ah ternyata lama baru jadi buah.. Salam, zai
    ;=======================xxx==========================================
    Cara mengatasi gagal buah dan HP
    Posted by: "Tharie Wie" althari_td@yahoo.com, Dec 4, 2007 11:34 pm Pertanyaan :
    Mengapa HP yang saya lakukan sering gagal menghasilkan buah (seed pod) ? Kalaupun seed pod terbentuk, mengapa gagal
    33
    di tengah jalan ? Untuk kelompok arabicum, RCN dan Thai Soco, buah seringkali ‘pecah’ (matang) sebelum waktunya
    (seperti pada gambar). ‘Mangkel’ deh lihat buah yang sudah besar-besar tapi lahir premature (gagal matang ditengah jalan)
    Jawab :
    Ada dua alasan terjadinya peristiwa ‘gagal buah’, yaitu mekanis dan biologis. Kegagalan mekanis biasa terjadi pada masa
    pra-pembuahan (buah sejak awal tidak terbentuk) seiring dengan gagalnya penyatuan polen dan stigma. Secara mudahnya
    terjadi proses HP salah sasaran, polen tidak diletakan pada bagian semestinya (G spot, receptive area) di stigma. (Catatan :
    untuk dapat tejadi pembuahan, hanya dibutuhkan satu butir polen yang tumbuh pada permukaan stigma dan membentuk
    tabung polen). Untuk mengurangi kemungkinan salah sasaran, maka dalam proses HP pergunakan sebanyak mungkin
    polen untuk satu stigma.
    Kegagalan biologis dapat terjadi pada masa pra-pembuahan dan post-pembuahan (buah dapat terbentuk tapi tidak pernah
    matang sempurna). Alasan yang sering melatar belakangi kejadian ini adalah karena kondisi tanaman tidak fit, kurang unsur
    mineral atau nutrisi tertentu, serangan penyakit, dll. Tapi mengapa tetap saja GAGAL BUAH pada jenis ARABICUM yang
    fit, RCN yang rajin dipupuk, dan THAI SOCO ?
    Para pemulia tanaman sampai pada kesimpulan, bahwa ada serakaian alela majemuk ‘S’ (S1, S2, S3 …….) yang
    mengendalikan pembuahan atau peristiwa gagal buah atau inkompabilitas. Gagal buah boleh jadi karena masalah interaksi
    fisiologis antara polen (yang haploid) dan stigma (yang diploid), polen dan stigma mempunyai alela yang sama. Contoh
    betina S1S2 x jantan S1 S2 akan terjadi gagal buah. Perkawinan S1S2 x S1S3 akan lebih kompatibel. Gagal buah juga
    dimungkinkan karena ada masalah dengan gen homolog dalam persilangan tersebut.
    Apa itu homolog (hombrey ?, hom-hom, opo piye ? ) ? Bagaimana untuk mengenali kemungkinan terjadi gagal buah dan
    mengatasi masalah inkompabilitas ini ?
    Up-date...The power of Hand Pollination
    Kris wrote : Hello all, Sekedar up-date, dan pernah di posting bulan lalu.
    seedpods makin besar, tantangan makin berat. so far 2 seedpods kecil gak kuat
    dan gugur. tapi yg lain msh bertahan. Special treatment dan dipantau 24/7.
    Heavy fertilizing on daily basis. tapi tidak sampai overdosis
    Mas Tony, jumlah ini memang gak recomended, tapi sekedar untuk R&D aja.
    Mudah mudahan sesuai target. Harap harap cemas setelah panen pohon gak
    dormant, tapi kalo iya,... hantam dengan gibberelin aja kali yaa ?
    tonny.herdianto2@lippobank.co.id : Wah … Super seedpods banget nih om .
    kelihatannya , fisik pohonnya tahan gempur karena daun tidak meranggas.
    Kenapa harus gibberelin , sikat dgn pupuk made in karyawan saja sekalian test kemampuan maksimal pupuknya. Agar
    daftar kesuksesan pupuk tsb bertambah , Btw pupuknya sudah di uji coba .. daun jadi mengkilap bersih dan segar. TOP !!
    One Krisnata wrote : betul mas tony, so far fisik pohon masih oke. hanya beberapa daun kuning bisa di hitung tangan, dan
    juga banyak daun muda juga ikut tumbuh. Memang tiap 2 hari sekali digempur terus dengan pupuk Karyawan1 + ditambah
    special ramuan Karbohidrat sesuai saran anda. Pohon sdh di karantina di bawah UV, jadi Tidak Boleh Kena air hujan
    setetespun.
    pohon setiap hari masih mengeluarkan bunga baru dan bunga itu terus kita Hand pollinate. Sound crazy, tapi ini memang
    bagian dari percobaan. Sekedar info, pohon dari jenis Obessum cabang seribu. Kalau nanti sudah panen saya akan tulis
    report ttg progressnya dan langkah2 yg dilakukan untuk memaksimalkan jumlah seeds dari 1 pohon. Yg tertarik bisa Japri.
    seedpods makin gendut dan so far cuma 2 seedpods yg rontok itupun msh kecil. seedpods yg kecil juga bertambah besar.
    he he he, giberlin hanya untuk persiapan kalau2 setelah selesai tugas membesarkan seedpods nya pohon jadi ngambek dan
    dormant. Yg mengherankan saat sy coba hand pollinate black Arabicum hasilnya tdk memuaskan. cuma 4 seedpods besar
    dan 2 seedpods kecil. kenapa ??? soalnya Arabicum bungannya tdk sebanyak cabang seribu. Andaikan saja .......
    --------------------------------------
    buah menghitam
    --- "Leonardo Parulian" wrote: Kalo punyaku busuknya dari ujung duluan. Aku juga ga tau sebabnya, apa
    > mungkin kurang nutrisi ya? Tak liatin di satu pohon itu ada 4 pasang semuanya busuk dari ujung. Kalo soal kehujanan
    emang sering beberapa hari terakhir tetapi kok yg di pot lain ndak apa apa ya. Malah nanya juga nih, mungkin ada rekan yg
    punya pengalaman spt ini, pls share. Salam.
    Kris wrote : Pak Leo,dan Pak Alloy.Sebelum musim hujan, sy blm pernah menemukan kasus pembusukan seedpots ataupun
    pohon dari pucuk. saat memasuki minggu pertama musim hujan, saya mendapati 2 pohon busuk dari pucuk,.. Tiga seedpods
    busuk dan beberapa seedpods kecil rontok. Untuk kasus pohon busuk dari pucuk atas, langkah yg sy ambil segera
    memotong sampai bag tdk busuk dan mengolesi dgn cairan anti bakteri/fungus. syukur skrg pohon sudah aman.
    Untuk kasus seedpods so far tdk tertolong alias gagal panen. Apakahkarena air hujan ? secara gampang dan pengalaman
    jawabnya Iya. terutama musim awal hujan. Secara alamiah sy tdk mampu menjawab, mungkin para suhu disini lebih bisa
    membantu. Solusi yg sy ambil adalah melindungi dengan plastik UV utk pohon indukan yg berbuah.

0 comments: